Pelatihan Teknologi Desa Gunungan Kecamatan Manyaran Wonogiri Bekali Aparatur Kuasai Digitalisasi dan Publikasi Desa

Print Friendly and PDF

Narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., saat foto bersama Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, pendamping desa Hidayat Ikhsanudin, perangkat dan peserta pelatihan.


Pelatihan Teknologi Desa Gunungan Kecamatan Manyaran Wonogiri Bekali Aparatur Kuasai Digitalisasi dan Publikasi Desa

Wonogiri - majalahlarise.com - Pemerintah Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menghadirkan Praktisi Media Digital sekaligus Pengelola majalahlarise.com, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., sebagai narasumber dalam Pelatihan Dasar Teknologi Desa yang digelar di Balai Desa Gunungan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini sebagai langkah meningkatkan literasi teknologi dan kompetensi digital masyarakat desa. Kegiatan diikuti perangkat desa, anggota PKK, ketua RT, serta kalangan pemuda.

Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, membuka pelatihan dengan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi yang kini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

"Sekarang mengurus administrasi kependudukan tidak harus datang ke kantor desa karena sudah tersedia layanan berbasis digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Wanita yang akrab disapa bu Widi menambahkan, aparatur desa, ketua RT, maupun generasi muda perlu terus meningkatkan kemampuan digital agar tidak tertinggal perkembangan zaman. Widi juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dengan menyaring informasi serta mengendalikan diri saat berinteraksi di ruang digital.

Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, membuka pelatihan dengan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.


"Jangan sampai kita ketinggalan informasi maupun sistem yang terus berkembang. Jika ada yang belum paham, silakan bertanya agar benar-benar memahami digitalisasi. Media sosial harus dimanfaatkan dengan hati-hati. Kita harus memiliki filter terhadap informasi yang diterima dan mampu membatasi diri dalam menggunakannya," katanya.

Pendamping Desa Gunungan, Hidayat Ikhsanudin, menjelaskan penguasaan teknologi informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas penyebaran informasi desa. Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan secara maksimal agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa.

"Saya harapkan ilmu yang nanti disampaikan oleh para narasumber betul-betul dimaksimalkan. Perkembangan teknologi, khususnya digital, sangat besar sehingga kita harus mampu mengikuti perkembangannya," ujarnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil mas Ikhsan, publikasi digital akan membuka peluang memperkenalkan potensi Desa Gunungan hingga tingkat nasional bahkan internasional. Informasi mengenai sumber daya alam, produk unggulan, kegiatan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dapat diakses lebih luas sehingga berpotensi menarik perhatian investor.

"Kita tidak tahu, mungkin ada pihak yang sedang mencari potensi suatu daerah. Dengan informasi yang kita sampaikan, bisa saja ada investor yang tertarik sehingga mampu membawa perubahan bagi kondisi ekonomi dan pembangunan desa," jelasnya.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu membantu penyusunan narasi maupun pengolahan informasi. Karena itu, peserta didorong terus belajar agar mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, dalam sesi materi, Sofyan Yuli Antonius menjelaskan teknologi digital tidak terlepas dari pentingnya dokumentasi sebagai sarana publikasi, transparansi pemerintahan, arsip kegiatan, sekaligus media promosi potensi desa. Menurutnya, dokumentasi yang baik mampu membangun citra positif desa melalui foto dan video yang informatif.

"Foto yang baik dapat bercerita tanpa banyak kata," ujarnya.

Peserta memperoleh materi dasar fotografi menggunakan smartphone, mulai dari memastikan lensa kamera bersih, menggunakan resolusi tertinggi, mengaktifkan fitur grid, hingga menghindari penggunaan zoom digital secara berlebihan. Mereka juga mempelajari berbagai teknik komposisi seperti Rule of Thirds, Leading Line, Framing, simetris, Low Angle, dan High Angle, serta praktik pengambilan gambar dengan teknik Wide Shot, Medium Shot, dan Close Up agar dokumentasi kegiatan desa lebih lengkap dan memiliki alur cerita.

Pada sesi videografi, peserta dibimbing merekam video yang stabil dengan pencahayaan memadai, audio yang jelas, serta alur visual yang runtut. Materi dilanjutkan praktik gerakan kamera pan, tilt, dan tracking, kemudian penyuntingan menggunakan aplikasi CapCut hingga menghasilkan video berdurasi 30–60 detik yang siap dipublikasikan di media sosial maupun kanal informasi desa.

Menutup pelatihan, Sofyan memotivasi peserta untuk terus berlatih mengasah kemampuan dokumentasi dan publikasi digital sebagai bekal mendukung kemajuan desa.

"Setiap orang bisa memotret, tetapi fotografer yang baik mampu menyampaikan cerita melalui setiap gambar," tuturnya. (Sofyan)


Baca juga: YPPP Veteran Kukuhkan Malkan Maliya, S.Pd, M.Si sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Periode 2026–2030


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top