SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan AI

Print Friendly and PDF

Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, memberikan materi kebijakan implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) kepada SD Muhammadiyah 1 Solo di Red Chilies Hotel, Kamis (9/7/2026).


SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan AI

Solo - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo resmi ditetapkan sebagai salah satu sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penetapan ini menjadi prestasi membanggakan karena sekolah di bawah binaan Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta tersebut dipercaya menjadi sekolah percontohan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di tingkat nasional maupun daerah.

Apresiasi atas pencapaian tersebut disampaikan Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, saat memberikan materi mengenai kebijakan sekolah model PM dan KKA di Red Chilies Hotel lantai V, Kamis (9/7/2026).

"Ini luar biasa. Ada ratusan sekolah yang tersebar di Indonesia, tetapi salah satu yang terpilih adalah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo," ujar Dimas.

Menurutnya, penunjukan SD Muhammadiyah 1 Solo sebagai sekolah model merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah besar. Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini diharapkan menjadi pionir sekaligus center of excellence bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Sri Sayekti, SD Muhammadiyah 1 Solo akan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah di Kota Surakarta maupun daerah lain yang ingin mempelajari implementasi Pembelajaran Mendalam serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar mengajar.

"Ketika sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta ingin belajar mengenai penerapan deep learning, coding, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), mereka bisa datang langsung ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan," jelas Dimas.

Ia mengakui, status sebagai sekolah model membawa tantangan besar. Transformasi pendidikan berbasis digital membutuhkan kesiapan sarana prasarana, penguatan kompetensi guru, serta kolaborasi seluruh warga sekolah agar implementasi program dapat berjalan optimal.

Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menyatakan siap memberikan pendampingan dan dukungan secara berkelanjutan agar SD Muhammadiyah 1 Solo mampu menjalankan peran sebagai sekolah rujukan.

"Kami dari Dinas Pendidikan memberikan support penuh kepada keluarga besar guru, tenaga pendidik, staf, karyawan, hingga kepala sekolah. Kami berharap semuanya tetap semangat dan optimis dalam melaksanakan tugas mulia ini. Kami yakin sekolah ini bisa menjadi model yang baik di Surakarta," tegas Dimas.

Penetapan sebagai sekolah model PM dan KKA diharapkan semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Solo sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta siap menghadapi tantangan era digital. (Sofyan)


Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top