Memantik Keberanian Menuliskan Ide Menjadi Karya Ilmiah sebagai Implementasi Berliterasi dengan Ratulisa (Rajin Menulis dan Membaca) Sepanjang Masa untuk Multigenerasi NKRI

Print Friendly and PDF

Memantik Keberanian Menuliskan Ide Menjadi Karya Ilmiah sebagai Implementasi Berliterasi dengan Ratulisa (Rajin Menulis dan Membaca) Sepanjang Masa untuk Multigenerasi NKRI


Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.


"Kawan, keberanian untuk menuliskan ide menjadi kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana secara komprehensif merupakan implementasi nyata dalam berkarya untuk multigenerasi NKRI ”


     Puji syukur hanya untuk-Nya. Segala nikmat dan rahmat yang harus disyukuri bersama atas semua karunia-Nya. Selamat dan sukses sangat layak disampaikan kepada Saudara Dr. Muhsyanur, M.Pd., M.Psi, M.M. yang telah menyelesaikan buku berjudul: Dari Ide ke Karya Ilmiah: Teknik Praktis Penelitian Kualitatif; Menemukan Masalah, Menyusun Bab, hingga Menulis Referensi yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Akademikus. Kebahagian tidak terbatas sebagai wujud nyata yang diungkapkan dengan kalimat bahagia atas terbitnya buku yang begitu lengkap dan praktis. Buku tersebut akan menjadi sumber literasi alternatif yang mencerahkan wawasan penelitian ilmiah bagi para mahasiswa yang sedang menyiapkan penelitian untuk makalah, artikel jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

       Kehadiran buku ini sangat menginspirasi dan bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa S-1, S-2, S-3, dan pembaca yang budiman. Buku yang terdiri atas xxii halaman romawi, 283 halaman, dan 11 bab benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi para peneliti pemula, khususnya mahasiswa pelajar, mahasiswa S-, S-2, dan S-3 untuk dapat menemukan dan menuliskan ide yang diperoleh berdasarkan pengalaman membaca dan memelajari aneka kasus yang didasarkan pada trianggulasi teori yang telah dibacanya saat menulis karya ilmiah. Sebelas bab yang diawali dengan membuat cakrawala pengetahuan; (1) mengenai penelitian kualitatif; (2) menemukan dan membangun masalah penelitian; (3) menyusun judul penelitian yang kuat; (4) menulis bab 1 pendahuluan secara sistematis; (5) menulis bab 2 kajian teori yang tajam; (6) menulis bab 3 metode penelitian secara praktis; (7) dari data ke narasi sebagai pengantar hasil dan pendahuluan; (8) menulis daftar pustaka dan sitasi; (9) menulis profil penulis, bionarasi, biografi, biodata dan curriculum vitae dalam penulisan akademik; (10) strategi sukses menyelesaikan karya ilmiah; dan (11) penyajian lampiran. Kesebelas bab tersebut benar-benar menjadi panduan dan pedoman inspiratif dan motivatif secara teoretik dan praktik untuk berlatih berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) dalam bentuk karya ilmiah yang nyata.

       Salah satu kekurangan pembelajar, peneliti, dan penulis pemula untuk menulis karya ilmiah yaitu keberanian untuk memulai menuliskan ide tanpa takut salah. Oleh karena itu, para pembelajar, peneliti, penulis karya ilmiah teknis dan populer harus dipantik keberaniannya untuk menuliskan ide dan gagasannya secara nyata dalam bentuk tertulis. Apa yang sudah dibaca dan dipahami harus berani diungkapkan dalam kalimat-kalimat nyata sebagai wujud ide karya ilmiah yang dapat dibaca oleh pembaca yang budiman. Salah satu upaya untuk dapat memantik keberanian menuliskan ide secara nyata yaitu dengan berlatih menulis tanpa takut salah dan disalahkan. Dengan demikian akan dapat terbentuk mental meneliti dan menuliskan ide yang dipahami dan direnungkan tersebut menjadi karya ilmiah yang nyata. Hal ini harus dilatih dan dimulai pelan, bertahap, berkesinambungan, dan terus berkelanjutan sebagai wujud nyata berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa.

       Keberanian untuk mengakui dengan sadar bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna merupakan modal dasar bagi pembelajar, peneliti, dan penulis untuk berliterasi dengan Ratulisa. Hal ini dibuktikan dan dicontohkan dengan lengkap dan mudah dipahami oleh penulis buku yang hebat luar biasa ini. Kehadiran buku Saudara Muhsyanur ini tentu akan dapat menjadi salah satu pelita yang menyinari dunia bagai para pembelajar, peneliti, dan penulis di seluruh wilayah Indonesia sepanjang masa. Semangat untuk memantik keberanian menuangkan ide dan gagasan harus terus dilatih dan dituliskan menjadi karya ilmiah teknis, seperti artikel jurnal, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melatih keberanian menuliskan ide menjadi karya ilmiah dapat juga diwujudkan dalam bentuk artikel ilmiah popular yang dipublikasikan dalam media cetak dan online secara bertahap dan berkelanjutan.

       Akhirnya dengan bangga dengan penuh kebahagiaan dan senyum 228 (sepenuh hati) disampaikan ucapan selamat dan sukses juoss gandhos poll kepada Saudara Muhsyanur yang telah menerbitkan buku yang sedang dibaca oleh para pembaca yang budiman. Semoga buku tersebut akan terus bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan ikut memantik semangat berliterasi dengan Ratulisa bagi seluruh masyarakat NKRI. Dengan demikian kehadiran buku ini dapat menjadi salah satu virus-virus positif literasi ratulisa untuk menyiapkan generasi emas Indonesia yang tangguh mentalnya, melek literasi, kreatif, kritis inovatif, produktif, dan inspiratif sepanjang masa.

#Tulisan ini merupakan pengantar sekaligus ulasan penguatan pada buku yang ditulis oleh Saudara Muhsyanur yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Akademikus# 


“Kala senja mulai menuju ke peraduannnya, ide-ide kreatif dan kritis akan terus memantik semangat berkarya sepanjang masa dalam pelukan keheningan istana arfuzh ratulisa sepanjang masa”

Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Manado, 20 Juli 2026


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top