GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta Sukseskan Sosialisasi WBTB Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Cirebon
![]() |
| Mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta mengikuti sosialisasi WBTB Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Grage City Mall Cirebon. |
Mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta Sukseskan Sosialisasi WBTB Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Cirebon
Cirebon - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Senjata Tradisional Keris Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Lingga Nugraha, turut menyukseskan sosialisasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tahu Gejrot dan Batik Trusmi di Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Mahasiswa Berdampak FSRD ISI Surakarta Tahun 2026 yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pelestarian budaya sekaligus strategi komunikasi publik.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Devi Nirmala Muthia Sayekti, S.S., M.A., Lingga terlibat dalam pelaksanaan hingga publikasi agenda kebudayaan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Komunitas Koki Cirebon (SEKOCI). Kegiatan berlangsung di area terbuka Grage City Mall, Minggu (14/6/2026).
Sosialisasi tersebut memperkenalkan dua Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2026, yakni kuliner khas Cirebon Tahu Gejrot dan kerajinan Batik Trusmi. Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon Juju Juhariah didampingi Kepala Seksi Bidang Kebudayaan, Iman Hermanto.
Dalam kesempatan itu, para narasumber menjelaskan sejarah, filosofi, serta pentingnya menjaga keaslian Tahu Gejrot dan motif-motif Batik Trusmi sebagai identitas budaya masyarakat Cirebon. Sosialisasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda yang berkunjung ke pusat perbelanjaan.
Panitia juga menghadirkan demonstrasi langsung melalui stan rombong pikulan tradisional Tahu Gejrot yang menampilkan bahan-bahan autentik, mulai dari tahu pong, bawang merah, cabai rawit hingga kuah gula aren. Selain itu, pengunjung dapat melihat koleksi udeng bermotif Batik Trusmi yang dibagikan sebagai atribut budaya selama kegiatan berlangsung.
Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, menjelaskan pendekatan edukasi di ruang publik menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat.
"Konten sosialisasi dan pendekatan langsung di pusat perbelanjaan seperti ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kedekatan warisan lokal dengan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara komunitas pengrajin, seniman, dan akademisi sangat penting dalam proses pelestarian ini," ujar Iman Hermanto.
Bagi Lingga Nugraha, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga di luar disiplin ilmu yang dipelajarinya. Selain memahami proses penyelenggaraan sebuah agenda kebudayaan, ia juga belajar mengenai strategi komunikasi pelestarian warisan budaya kepada masyarakat luas.
"Saya mendapatkan pengalaman baru tentang warisan budaya tak benda. Meskipun fokus utama prodi saya di ISI Surakarta adalah Senjata Tradisional Keris, terlibat dalam sosialisasi WBTB kuliner Tahu Gejrot dan Batik Trusmi ini memperluas cara pandang saya mengenai ekosistem kebudayaan yang saling berhubungan," ungkap Lingga Nugraha.
Melalui program Mahasiswa Berdampak, ISI Surakarta mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat sehingga mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus berkontribusi dalam pelestarian dan promosi kekayaan budaya Indonesia. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: