Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah

Print Friendly and PDF

Ustaz Dwi Jatmiko


Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah

SOLO - majalahlarise.com – Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keuntungan materi, Islam menawarkan konsep investasi yang tidak mengenal kerugian, yakni berniaga dengan Allah SWT melalui amal saleh. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua yang digelar Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara di Masjid Al Muthmainnah, Nusukan, Minggu (26/7/2026).

Dalam tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengupas kandungan Surah Fathir ayat 29 yang menurutnya menjadi pedoman meraih keberuntungan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezekinya merupakan hamba yang melakukan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.

"Investasi abadi tanpa rugi, lebih jelas lihat QS. Fathir ayat 29," ujar Ustaz Dwi Jatmiko yang juga Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo.

Menurutnya, amalan pertama yang menjadi fondasi investasi terbaik adalah membaca Al-Qur'an. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga membangun kedekatan dengan petunjuk Allah SWT. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 9 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk menuju jalan yang paling lurus serta kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.

"Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala berlipat ganda, sekaligus menjadi cahaya yang membimbing kehidupan seorang muslim," jelasnya.

Amalan kedua, lanjut Jatmiko, adalah menegakkan salat secara istiqamah. Salat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi paling mulia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Konsistensi dalam menjaga salat menjadi bukti ketundukan dan komitmen seorang mukmin dalam menjalankan perintah-Nya.

Sementara itu, amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Menurutnya, infak mencerminkan keyakinan bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

"Amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga mengingatkan bahwa investasi dalam urusan dunia tidak selalu memberikan keuntungan. Ia mencontohkan berbagai bentuk investasi yang berpotensi mengalami kegagalan sehingga menimbulkan kerugian bagi para investor. Sebaliknya, investasi kepada Allah melalui membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan bersedekah merupakan investasi yang dijamin memberikan keberkahan.

"Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Sementara itu, berniaga dengan Allah melalui Al-Qur'an, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus keselamatan di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Desain Interior ISI Surakarta Hadirkan Karya Mebel dan Aksesoris di Tahir Solo Museum



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top