GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
AIK dan Konseling: Menjaga Akal, Menguatkan Hati di Era Digital
AIK dan Konseling: Menjaga Akal, Menguatkan Hati di Era Digital
Oleh: Anisa Fitriyana
Guru Bimbingan dan Konseling SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo
![]() |
| Anisa Fitriyana |
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Berbagai informasi kini dapat diakses dengan cepat, bahkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari proses pembelajaran. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak dapat diabaikan. Peserta didik semakin rentan mengalami kecanduan media sosial, cyberbullying, tekanan akademik, hingga kesulitan mengelola emosi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter serta menjaga kesehatan mental peserta didik.
Di sinilah integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan keilmuan Bimbingan dan Konseling menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan yang relevan ialah teknik restrukturisasi kognitif, yaitu teknik yang membantu peserta didik mengenali, mengevaluasi, dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional serta konstruktif. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
Perubahan cara berpikir akan semakin bermakna apabila dipadukan dengan nilai-nilai AIK. Nilai kesabaran, syukur, tawakal, husnuzan, dan muhasabah menjadi fondasi spiritual yang memperkuat proses perubahan tersebut. Ketika peserta didik belajar memandang setiap persoalan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang disertai keyakinan kepada Allah Swt., mereka tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga memiliki ketahanan psikologis yang lebih kuat.
Integrasi AIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling menjadikan proses pendampingan tidak berhenti pada penyelesaian masalah psikologis semata. Lebih dari itu, layanan konseling mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, berpikir positif, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana. Pendekatan ini selaras dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah yang berupaya melahirkan insan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam spiritualitas.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendidikan berkemajuan harus mampu menjaga keseimbangan antara kecerdasan teknologi dan kematangan karakter. Artificial Intelligence dapat membantu manusia berpikir lebih cepat, tetapi nilai-nilai AIK mengajarkan cara memanfaatkan kecerdasan tersebut secara bijaksana dan bertanggung jawab. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menghasilkan generasi yang cakap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga memiliki integritas, kesehatan mental, serta kepribadian Islami sebagai bekal membangun masa depan bangsa.
Agar implementasinya semakin optimal, sinergi antara guru, guru Bimbingan dan Konseling, orang tua, dan lingkungan sekolah perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut akan menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan peserta didik. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: