Pelatihan Public Speaking LKP Putra Perwira Bekali Peserta Teknik Tampil Percaya Diri Tanpa Grogi

Print Friendly and PDF

Narasumber pelatihan, Chotimah Putri, menyampaikan kepercayaan diri menjadi modal utama dalam public speaking.


Pelatihan Public Speaking LKP Putra Perwira Bekali Peserta Teknik Tampil Percaya Diri Tanpa Grogi

Sukoharjo - majalahlarise.com - LKP Putra Perwira Sukoharjo menggelar pelatihan Public Speaking bertajuk "Ngomong di Depan Umum Tanpa Grogi" pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, hingga profesional, dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, serta membekali peserta teknik berbicara efektif di depan umum.

Narasumber pelatihan, Chotimah Putri, menyampaikan kepercayaan diri menjadi modal utama dalam public speaking. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum dapat terus diasah melalui kebiasaan dan keberanian mengambil kesempatan tampil. Peserta didorong aktif menjadi pembawa acara, moderator, maupun tampil dalam berbagai kegiatan organisasi dan sekolah. "Terbiasa, bisa karena terbiasa. Jadi kalau punya kesempatan tampil di depan, ambil saja dan jangan malu untuk mencoba," ujar Chotimah Putri.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali berbagai teknik mengatasi rasa grogi sebelum tampil. Chotimah menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan yakni mengatur pernapasan dengan menarik napas dalam-dalam, menahannya beberapa saat, kemudian menghembuskannya perlahan. Selain itu, peserta diajak membangun afirmasi positif agar tidak terjebak dalam pikiran negatif. 

"Jangan berpikir yang enggak-enggak dulu, tapi tenangkan dulu, tarik napas, hembuskan, lalu tanamkan dalam diri, 'Saya pasti bisa'," jelasnya.

Lebih lanjut, Chotimah menjelaskan pentingnya menarik perhatian audiens sejak tiga menit pertama. Pembicara dapat menggunakan pertanyaan, fakta menarik, analogi, maupun teknik storytelling agar audiens fokus sebelum materi inti disampaikan. Ia juga menekankan public speaking bukan sekadar berbicara di depan banyak orang, melainkan membangun komunikasi dua arah. 

Peserta saat praktik public speaking.


"Mindset-nya harus berbicara dengan banyak orang, bukan berbicara di depan banyak orang. Ketika komunikasi dua arah terbangun, pembicara akan lebih percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik," katanya.

Selain materi mengenai kepercayaan diri, peserta memperoleh pembelajaran tentang penggunaan bahasa tubuh, kontak mata, vokal, intonasi, hingga teknik presentasi yang efektif. Chotimah menerangkan bahasa tubuh positif, senyum, dan kontak mata memiliki peran besar dalam membangun kedekatan dengan audiens. 

"Ngomong sambil senyum itu sangat powerful. Ketika ditambah eye contact dan body gesture, penyampaian akan terasa lebih hidup," ungkapnya.

Pada sesi lanjutan, narasumber memaparkan konsep energi 300 persen yang harus dimiliki seorang public speaker, terdiri atas energi untuk diri sendiri, audiens, dan situasi sekitar. Ia juga mengenalkan konsep ethos, logos, dan pathos sebagai tiga unsur penting dalam membangun kredibilitas, logika, serta ikatan emosional dengan audiens. 

"Seorang public speaker jangan hanya fokus berbicara sendiri, tetapi audiens juga harus diajak berinteraksi agar pesan dapat diterima dengan baik," terangnya.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik body gesture yang tepat saat berbicara di depan umum. Narasumber mengingatkan agar pembicara menghindari kebiasaan menyilangkan tangan, memasukkan tangan ke saku, atau memainkan benda saat presentasi karena dapat menimbulkan kesan kurang percaya diri. "Ketika pengen energinya positif, kita juga harus gerakan tubuh yang positif," ujarnya.


Sementara itu, salah satu peserta, Sofyan Yuli Antonius, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru terkait dunia public speaking. Menurutnya, evaluasi yang diberikan narasumber membuat peserta mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki. 

"Setelah saya dievaluasi ternyata masih banyak kekurangan yang harus dibenahi di antaranya kontak mata dengan audiens, gestur tubuh, dan posisi diri ketika berada di hadapan audiens," tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun waktu pelatihan berlangsung relatif singkat, materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama bagi pemula yang ingin mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. (Sofyan)


Baca juga: RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Gelar IHT Pemulasaran Jenazah, Tingkatkan Kompetensi Petugas Sesuai Syariat Islam


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top