GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Puncak Peringatan HUT Ke-75 IBI Cabang Wonogiri, Ratusan Bidan Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
![]() |
| Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri FX. Pranata, A.P., M.Hum didampingi pengurus IBI Cabang Wonogiri saar menerbangkan balon tandai puncak perayaan HUT Ke-75 IBI. |
Puncak Peringatan HUT Ke-75 IBI Cabang Wonogiri, Ratusan Bidan Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Wonogiri - majalahlarise.com - Ratusan bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Wonogiri mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-75 IBI bertajuk Harmoni HUT IBI Ke-75 di Halaman Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan mengusung tema "Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045" atau "One Million More Midwives". Beragam kegiatan digelar mulai apel bersama Bupati, senam bersama, fun game, hingga cek kesehatan gratis yang diikuti anggota IBI dan masyarakat.
Ketua Pengurus IBI Kabupaten Wonogiri Sri Haryanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri, organisasi profesi, rumah sakit, klinik, sponsor, serta seluruh bidan yang hadir dalam peringatan HUT ke-75 IBI. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam memperkuat profesi bidan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
![]() |
| Senam bersama diikuti ratusan bidan se Wonogiri. |
"Hari ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian bidan Indonesia dalam menjaga kesehatan ibu, bayi, anak, keluarga, masyarakat, dan seluruh siklus kehidupan," ujarnya.
Sri Haryanti menjelaskan, peringatan HUT ke-75 IBI menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian bidan selama 75 tahun dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Sejak Maret 2026, IBI Wonogiri telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial melalui Posko Organisasi Profesi Peduli Perempuan (Opor Bubidan), pelayanan KB serentak bekerja sama dengan DPPKB P3A Kabupaten Wonogiri, pelaksanaan imunisasi bayi, kunjungan kepada bidan senior, hingga ziarah dan tabur bunga di makam para bidan di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pengurus ranting dan anggota IBI atas dedikasi serta loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan, menurutnya, tidak lepas dari kekompakan anggota dan dukungan berbagai mitra.
"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua ranting beserta anggotanya karena atas dedikasi dan loyalitas yang tinggi untuk masyarakat dan IBI, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan baik," katanya.
![]() |
| Penyerahan penghargaan kepada pengurus ranting dan anggota IBI atas dedikasi serta loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. |
Lebih lanjut, Sri Haryanti mengajak seluruh bidan untuk terus memperkuat peran dan kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan yang berpusat pada perempuan dan anak. Dengan semangat Satu Juta Lebih Bidan, IBI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting, serta mengatasi anemia pada remaja demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
"Kita harus menjadi garda terdepan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, mencegah stunting, dan mengatasi anemia pada remaja sehingga mempersiapkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri FX. Pranata, A.P., M.Hum menyampaikan apresiasi atas semangat ratusan anggota IBI Kabupaten Wonogiri yang berkumpul dalam peringatan Hari Bidan Indonesia. Sekda menjelaskan Kabupaten Wonogiri memiliki jumlah penduduk sekitar 1.052.000 jiwa dengan sekitar 200 ribu perempuan usia produktif. Dari jumlah tersebut, anggota IBI Kabupaten Wonogiri tercatat sebanyak 725 orang sehingga masih menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
"Jumlah itu harus disikapi sebagai sebuah tantangan. Ternyata tugas dan kewajiban bapak ibu semuanya yang bertugas sebagai bidan ini adalah tugas yang sangat harus menjangkau seluruh masyarakat ibu usia produktif," ujarnya.
FX. Pranata memaparkan hingga Mei 2026, dari sekitar 10.000 hingga 11.000 kelahiran setiap tahun di Wonogiri, telah tercatat 3.098 kelahiran. Namun masih ditemukan empat kasus kematian ibu, 62 kasus kematian perinatal, 11 kasus kematian bayi, dan sembilan kasus kematian balita. Angka tersebut dinilai masih cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama para bidan.
"Bagaimana kita mempersiapkan ibu ketika mulai terjadi kehamilan sampai dengan kelahiran harus kita monitor, harus kita cek, harus kita pantau," jelasnya.
Sekda menambahkan tugas bidan merupakan pekerjaan mulia sekaligus penuh tantangan karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga persalinan. Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap seluruh bidan terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
"Wonogiri harus menurunkan angka kematian ibu menjadi nol kasus. Kematian bayi menjadi nol kasus, itu juga target kita," tegasnya.
Pada momentum Hari Bidan Indonesia tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mewujudkan Wonogiri bebas kasus kematian ibu maupun bayi.
"Hanya dengan bersama-sama, hanya dengan bersatu padu, hanya dengan bersinergi kita bisa mewujudkannya," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Pelatihan Public Speaking LKP Putra Perwira Bekali Peserta Teknik Tampil Percaya Diri Tanpa Grogi
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...



Tidak ada komentar: