GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Paguyuban AUM Sambi Bahas Unique Selling Point, Perkuat Identitas Sekolah Muhammadiyah Hadapi Persaingan Pendidikan
![]() |
| Pertemuan rutin Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kecamatan Sambi. |
Paguyuban AUM Sambi Bahas Unique Selling Point, Perkuat Identitas Sekolah Muhammadiyah Hadapi Persaingan Pendidikan
Boyolali - majalahlarise.com - Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kecamatan Sambi menggelar pertemuan rutin di Aula SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Babadan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang diikuti kepala TK/BA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Sambi tersebut membahas strategi pengembangan sekolah melalui penguatan Unique Selling Point (USP) atau keunggulan khas sekolah sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Pertemuan diawali dengan sambutan Ketua PCM Sambi, H. Sudiman. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan filosofi pensil sebagai inspirasi bagi para pengelola AUM dalam menjalankan lembaga pendidikan. Menurutnya, setiap bagian dari pensil memiliki makna mendalam yang dapat menjadi pedoman kepemimpinan sekolah.
“Pensil yang lancip menggambarkan visi yang jelas. Sekolah harus memiliki arah dan tujuan yang tegas agar mampu melahirkan generasi unggul. Sedangkan penghapus pada pensil melambangkan akhlak yang baik, yaitu kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan terus melakukan evaluasi diri. Dengan visi yang jelas dan akhlak yang baik, kita dapat menulis jejak-jejak kebaikan bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Ketua Paguyuban AUM Kecamatan Sambi, Yulianto, S.Pd., yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 01 Sambi, menjelaskan pentingnya sinergi antar-AUM untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sambi. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar lembaga menjadi modal penting untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada sesi utama, Ust. Pujiono dari Tim Fasilitator Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun Unique Selling Point (USP) sebagai strategi menghadapi persaingan pendidikan yang semakin kompetitif. Ia menjelaskan banyak sekolah memiliki fasilitas, kurikulum, maupun program unggulan yang relatif serupa sehingga diperlukan identitas khas yang membedakan sebuah sekolah dari sekolah lainnya.
“Unique Selling Point adalah alasan utama mengapa orang tua memilih sebuah sekolah. Jika sekolah tidak memiliki pembeda yang jelas, maka akan sulit dikenal dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ust. Pujiono menerangkan USP merupakan keunggulan khusus yang tidak mudah ditemukan di tempat lain dan harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan USP berupa sekolah tahfidz berprestasi, sekolah digital dan koding, sekolah berbasis karakter Islami, sekolah ramah anak, sekolah entrepreneur muda, sekolah berbasis lingkungan, maupun sekolah penggerak literasi.
Menurutnya, USP harus memenuhi tiga syarat utama, yakni unik atau memiliki kekhasan yang berbeda dari sekolah lain, bernilai bagi masyarakat serta menjawab kebutuhan orang tua, dan dijalankan secara konsisten sehingga menjadi identitas sekolah yang kuat.
Ia juga mengingatkan sekolah agar tidak berupaya menjual terlalu banyak keunggulan sekaligus. “Ketika sekolah ingin dikenal sebagai sekolah tahfidz, sekolah digital, sekolah olahraga, sekolah seni, sekolah lingkungan, dan sekolah internasional sekaligus, masyarakat justru bingung. Pilih satu atau dua keunggulan utama yang benar-benar kuat, lalu bangun branding secara konsisten,” ujarnya.
Menurut Ust. Pujiono, USP yang kuat akan memudahkan sekolah dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat citra lembaga pendidikan.
Lebih lanjut, Ust. Pujiono menjelaskan USP harus diwujudkan dalam budaya sekolah, prestasi siswa, pelayanan guru, dan testimoni wali murid. “USP bukan sekadar kata-kata. USP harus hidup dalam keseharian sekolah. Ketika masyarakat mendengar nama sekolah Muhammadiyah, mereka langsung teringat pada keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut,” tegasnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif dengan berbagai diskusi mengenai potensi yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan khas di masing-masing AUM. Melalui forum Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (PKAUM) ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kecamatan Sambi diharapkan semakin mampu memperkuat identitas, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang unggul dan berkemajuan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...


Tidak ada komentar: