UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah

Print Friendly and PDF

Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. 


UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah

Solo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi kembali menyelenggarakan agenda tahunan bertajuk UNISRI Diplomatic Course (UDC) 2026 di Solo Paragon Hotel & Residences, Rabu (13/5). Kegiatan akademik berbasis simulasi diplomasi internasional ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika hubungan internasional secara praktis, kritis, dan aplikatif.

UNISRI Diplomatic Course merupakan program akademik yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang diplomasi, negosiasi, public speaking, penyusunan resolusi internasional, hingga pengambilan keputusan dalam forum multilateral. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hubungan internasional di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan diplomasi global layaknya delegasi resmi suatu negara di forum internasional.

Pada pelaksanaan tahun 2026, UDC mengangkat tema “Mediating Conflict in the Middle East after Israel-USA Attack on Iran” melalui simulasi sidang United Nations General Assembly (UNGA). Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian dunia internasional. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami kompleksitas konflik internasional, dinamika kepentingan antarnegara, hingga tantangan diplomasi multilateral dalam menciptakan perdamaian global.

Simulasi sidang UNGA, peserta menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan caucus dan negosiasi, membangun aliansi diplomatik, hingga merumuskan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas.


Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam simulasi sidang UNGA, peserta menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan caucus dan negosiasi, membangun aliansi diplomatik, hingga merumuskan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas. Suasana sidang dibuat menyerupai forum internasional sesungguhnya sehingga peserta dituntut berpikir cepat, analitis, dan strategis dalam menyampaikan argumentasi diplomatik.

Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI, Dr. Ganjar Widhiyoga menyampaikan UDC bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan wadah pembentukan karakter diplomatis mahasiswa di tengah perkembangan politik global yang dinamis.

“UNISRI Diplomatic Course menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan diplomasi, komunikasi internasional, dan berpikir kritis dalam menghadapi isu-isu global kontemporer. Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan internasional yang luas serta mampu menjadi generasi muda yang adaptif dan komunikatif,” tuturnya.

Ia juga menguraikan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya diskusi ilmiah, memperluas perspektif internasional mahasiswa, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global masa kini. Dengan terselenggaranya UNISRI Diplomatic Course 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI terus menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif, progresif, dan relevan dengan perkembangan isu internasional kontemporer. (Sofyan)


Baca juga: Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top