Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo

Print Friendly and PDF

Tim DnA Entrepreneur Academy saat meeting di Wedangan Lek Man Gentan. Selasa (12/5/2026).


Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo

Sukoharjo –  majalahlarise.com - Aroma kopi hangat, obrolan santai, dan sajian kuliner khas angkringan menjadi suasana yang akrab terasa di Wedangan Lek Man. Namun di balik ramainya pelanggan yang datang silih berganti, tersimpan cerita tentang persahabatan, kepercayaan, dan semangat pemberdayaan masyarakat yang tumbuh perlahan hingga menjadi jaringan usaha kuliner yang berkembang di berbagai tempat.

Abdul Malik Safa Mustafa atau akrab disapa Pak Tata menjadi salah satu sosok yang ikut bertumbuh bersama Wedangan Lek Man. Ia mengisahkan awal mula keterlibatannya dalam usaha tersebut berawal dari pertemuan kembali dengan Lek Man, sahabat lamanya sejak era bisnis ponsel pada tahun 2000-an. Setelah lama tidak bertemu, keduanya kembali berkomunikasi pada tahun 2017 ketika usaha Wedangan Lek Man mulai berkembang pesat.

“Waktu itu saya melihat usaha Lek Man berkembang cepat. Buka di mana saja selalu ramai dan laris. Setelah COVID saya akhirnya memutuskan ikut bergabung karena melihat peluang dan sistem usahanya sudah tertata,” tutur Pak Tata.

Keputusan itu ternyata menjadi langkah besar dalam perjalanan usahanya. Ia melihat Wedangan Lek Man bukan sekadar tempat makan, tetapi juga wadah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Berbagai produk makanan dan camilan dari pelaku UMKM dikumpulkan di basecamp untuk kemudian disalurkan ke sejumlah cabang wedangan. Sistem tersebut menciptakan ruang kolaborasi antara pemilik usaha dan masyarakat sekitar.

Menurut Pak Tata, kekuatan utama Wedangan Lek Man terletak pada rasa saling percaya dan keterbukaan dalam menjalankan kemitraan. Hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama membuat komunikasi berjalan lebih mudah dan penuh kekeluargaan. 

“Lek Man itu percaya penuh kepada mitra-mitranya. Semua pemasukan dan pengeluaran dikelola bersama dengan sistem yang terbuka sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga kepercayaan,” ujarnya.

Selain menghadirkan sekitar 24 menu utama yang menjadi ciri khas Wedangan Lek Man, para mitra juga diberi kesempatan mengembangkan produk lokal di wilayah masing-masing. Inovasi itu membuat setiap cabang memiliki sentuhan khas tanpa meninggalkan identitas utama. Pak Tata bahkan menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut berjualan melalui sistem kolaborasi dan bagi hasil.

“Kalau ada warga yang punya produk atau bisa memasak menu tertentu, kami ajak kolaborasi. Jadi bukan hanya jualan, tapi sama-sama tumbuh dan mendapatkan manfaat,” katanya.

Konsistensi rasa menjadi faktor lain yang membuat Wedangan Lek Man memiliki pelanggan loyal. Minuman diracik langsung oleh tim pusat sehingga cita rasa di setiap cabang tetap sama. Hal itu membuat pelanggan merasa nyaman karena dapat menikmati kualitas yang serupa di berbagai lokasi. Tak jarang pelanggan dari satu cabang berpindah nongkrong ke cabang lain karena sudah percaya dengan kualitas rasa yang disajikan.

Bagi Pak Tata, usaha kuliner bukan hanya soal keuntungan semata. Ia berharap Wedangan Lek Man terus berkembang sebagai usaha berbasis pemberdayaan masyarakat dan pembuka lapangan kerja baru. Semakin banyak cabang yang berdiri, semakin banyak pula masyarakat yang bisa ikut bekerja dan merasakan manfaat ekonomi.

“Kalau usaha berkembang, pegawai juga harus ditambah supaya pelayanan semakin baik. Prinsip kami sederhana, bagaimana usaha ini bisa memberi manfaat untuk lebih banyak orang,” tuturnya.

Kini Pak Tata memilih mengembangkan usaha di kawasan Gentan, Baki, Sukoharjo. Meski berasal dari Polokarto, ia merasa lingkungan dan komunitas di wilayah tersebut sangat mendukung perkembangan usaha kuliner berbasis kebersamaan. Dari sebuah pertemanan lama, lahirlah kolaborasi yang kini menjadi ruang berkumpul sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat dan pelaku UMKM. (Sofyan)


Baca juga: JARPUK Sukoharjo dan BRNR Rutin Santuni Anak Yatim serta Bagikan 200 Paket Sembako Setiap Jumat


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top