UNISRI Job Fair 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ribuan Pencari Kerja Padati Auditorium

Print Friendly and PDF

Pengunjung UNISRI Job Fair saat mengisi formulir lowongan pekerjaan di salah satu stand.


UNISRI Job Fair 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ribuan Pencari Kerja Padati Auditorium

Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta resmi membuka UNISRI Job Fair 2026 di Gedung Auditorium UNISRI, Rabu (20/5/2026). Sejak pagi, ribuan pencari kerja dari berbagai wilayah Soloraya memadati lokasi kegiatan untuk mencari peluang kerja dari puluhan perusahaan yang membuka rekrutmen secara langsung. Bursa kerja tahunan yang digelar selama dua hari, 20–21 Mei 2026 tersebut diselenggarakan oleh UNISRI Career Center (UCC) dan terbuka gratis untuk umum.

Pembukaan acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean pelamar yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan SMA/SMK, Diploma (D3), hingga Sarjana (S1). Para pencari kerja langsung mendatangi stan perusahaan untuk menyerahkan lamaran dan mengikuti proses rekrutmen awal.

Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menjelaskan pelaksanaan Job Fair menjadi agenda wajib tahunan kampus sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam membantu lulusan memperoleh akses kerja secara nyata. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya meluluskan mahasiswa tanpa membuka jembatan menuju dunia industri.

“Hari ini resmi kami buka, dan ini adalah bagian dari tanggung jawab kami. Perguruan tinggi tidak boleh sekadar meluluskan mahasiswa, melainkan wajib ikut memberikan akses dan peluang nyata bagi para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, melalui Job Fair di Auditorium ini, kami mempertemukan langsung para pelamar dengan puluhan perusahaan terkemuka,” jelas Prof. Dr. Sutoyo di sela kegiatan pembukaan.

Prof. Sutoyo juga mengungkapkan tingginya persaingan kerja saat ini. Ia mencontohkan ketika UNISRI membuka lowongan tenaga administrasi internal beberapa waktu lalu, dalam waktu tiga hari jumlah pelamar mencapai 960 orang. Kondisi tersebut menjadi dasar kampus memperketat seleksi perusahaan peserta Job Fair agar benar-benar memberikan jaminan perlindungan bagi tenaga kerja.

“Kebijakan kami sangat tegas, perusahaan penyedia kerja yang ikut serta hari ini harus perusahaan yang terstandar. Kami seleksi betul sejak awal agar setelah rekrutmen selesai, kejelasan mengenai standar gaji, fasilitas kerja, hingga hak jaminan kesehatan pelamar terjamin dengan baik dan transparan. Kami tidak ingin sekadar mengumpulkan banyak perusahaan, tapi kualitas perlindungan tenaga kerja menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Hal menarik pada penyelenggaraan Job Fair tahun ini ialah tidak adanya pembatasan usia pelamar kerja sesuai regulasi terbaru dari Dinas Tenaga Kerja. Kebijakan tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan tanpa terkendala faktor usia.

“Sesuai edaran resmi dari Dinas Tenaga Kerja, peluang kerja kali ini tidak membatasi usia pelamar. Bahkan pelamar berusia 50 tahun pun, selama kompetensi dan kondisi fisiknya memenuhi kriteria perusahaan, memiliki hak yang sama untuk mendaftar. Kami juga menaikkan standarisasi perusahaan peserta secara ketat. Perusahaan yang hadir wajib memberikan jaminan kelangsungan kerja, kejelasan standar gaji, serta proteksi kesehatan berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan agar pelamar merasa aman dan yakin,” jelasnya.

Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Tenaga Kerja turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Perwakilan Disnaker Surakarta menilai kolaborasi antara kampus dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja formal di Kota Solo.

“UNISRI bersama beberapa SMK di Solo masuk dalam komunitas Bursa Kerja Khusus (BKK) yang aktif di bawah binaan kami. Dinas Tenaga Kerja Surakarta pasti memberikan dukungan penuh dan rekomendasi resmi untuk setiap event bursa kerja seperti ini. Kami rutin berkoordinasi secara terpadu dengan ketua pengelola karier di kampus untuk mendorong percepatan pengentasan pengangguran, khususnya bagi lulusan-lulusan terbaru dari sektor pendidikan di Kota Surakarta,” ungkap perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta.

Selain menghadirkan sekitar 40 perusahaan, UNISRI Job Fair 2026 juga dilengkapi workshop dan talk show interaktif yang membahas strategi memasuki dunia kerja modern. Pihak kampus bersama Dinas Tenaga Kerja menargetkan sekitar 30 hingga 50 persen peserta yang hadir dapat terserap langsung ke dunia industri melalui momentum bursa kerja tersebut. 

Sementara itu, salah satu pencari kerja dari Karanganyar, Dila mengaku dirinya merasa terbantu adanya job fair ini. "Saya senang ada job fair. Saya mencari - cari lowongan kerja bagian marketing," ujarnya. (Sofyan)


Baca juga: Kuliah Pakar PBI Univet Bantara Bekali Mahasiswa Jadi Arsitek Konten Pembelajaran Kreatif


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top