Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia

Print Friendly and PDF

Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia  


Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


"Kawan, kala senja menuju ke peraduannya. Banyak cerita dan kenangan yang tersimpan dalam keheningan dan kesunyian menyongsong rembulan dini hari tanpa sua yang tertuang dengan pena dalam rajutan kata”


       Alhamdulillah, kebahagiaan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, giat Seminar Nasional Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) tanggal 28 Februari 2026 dapat terlaksana dan menghasilkan prosiding sebagai kumpulan karya ilmiah dan diskusi ilmiah yang disampaikan oleh para narasumber dengan cerdas dan bersahaja saat berbagi ilmunya. Kebahagiaan ini sebagai wujud karya nyata guru dan dosen abad XXI menunjukkan kinerja dan karya nyata untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca). Komitmen sebagai guru dan dosen abad XXI selain mendidik, membimbing juga membelajarkan diri, meneliti, dan berbagai ilmu kepada siswa dan seluruh masyarakat NKRI.

      Guru dan dosen abad XXI merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Posisi guru dan dosen abad XXI sebagai agen perubahan yang memantik semangat belajar dan membelajarkan diri bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI selalu dinanti-nantikan. Hal ini sebagai bukti bahwa kinerja dan karya Bapak dan Ibu guru dan dosen abad XXI terus dinanti-nantikan. Kiprahnya untuk dapat memantik semangat bersilaturahmi, belajar, berliterasi dengan ratulisa sepanjang masa merupakan penantian panjang yang dilakukan oleh siswa, mahasiswa, guru, dan dosen abad XXI di seluruh wilayah NKRI.

       Semangat guru dan dosen abad XXI menjadi teladan bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI untuk terus belajar dan membelajarkan diri dengan kondisi dan fasilitas apa pun yang dimilikinya. Komitmen untuk terus belajar dan berliterasi dengan ratulisa mewarnai semangat perjuangan seluruh guru dan dosen abad XXI yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, yaitu di 38 provinsi. Hal ini sebagai bukti bahwa nilai-nilai karakter kebersamaan, kegotongroyongan, integritas, kejujuran, kerja keras, religi, dan semangat untuk belajar dan berliterasi dengan ratulisa merupakan komitmen bersama yang dimiliki oleh guru dan dosen abad XXI. Banyak cerita dan kenangan selama menjadi guru dan dosen abad XXI sebagai wujud peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh semua elemen pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, baik negeri maupun swasta secara bertahap dan berkelanjutan.

      Keteladanan guru dan dosen abad XXI selalu dirindukan oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat Indonesia melalui karya-karyanya. Kehadiran prosiding yang dihasilkan melalui kegiatan Seminar Diklisa, tanggal 28 Februari 2026 ini merupakan wujud karya nyata untuk memenuhi kehausan dan kerinduan siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Aneka cerita dan karya nyata yang dihasilkan berbasis pengalaman dan partisipasi aktif dalam pembelajaran merupakan wujud komitmen dan realitas kerja nyata dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Sikap kesantunan dan keteladanan guru dan dosen abad XXI akan dapat memberikan dampak nyata bagi multigenerasi NKRI sepanjang masa. 

       Akhirnya, selamat menikmati hasil karya para mahasiswa, guru, dosen abad XXI yang disatukan dalam kumpulan Prosiding. Prosiding Seminar Diklisa yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang budiman dan hebat luar biasa dapat memberikan kemaslahatan pengetahuan dan keberkahan ilmunya. Selamat melaksanakan 3M: membaca, memahami, dan mengamalkannya. Terima kasih. Sampai jumpa dalam waktu dan gelombang yang berbeda tetapi tetap bersama Muhammad Rohmadi Ratulisa, Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa, dan Komunitas Diklisa yang sama sepanjan masa dengan sejuta cerita indah lainnya.

“Kala mentari tersenyum di balik bukit, sumber-sumber literasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) telah tersajikan dengan rapi di meja ditemani secangkir kopi dan racikan cerita-cerita indah kala senja di istana arfuzh Ratulisa”

“Tulisan ini merupakan pengantar dalam Buku Diklisa#3 semoga dapat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI bagai yang tidak dapat memilki atau membaca Buku Diklisa#3 berupa Prosing Seminar Guru dan Dosen Kreatif dan Inovatif Abad XXI”.

Istana Arfuzh Ratulisa & Diklisa Surakarta, 9 Mei 2026


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top