Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso, Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Perubahan.

Print Friendly and PDF

 

Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. 


Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso, Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Perubahan

Boyolali - majalahlarise.com - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kismoyoso Ngemplak Boyolali menggelar Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso di Kantin Rumah Kismoyoso, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti para guru beserta keluarga besar MIM Kismoyoso. Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu Ustadz Arifin.

Dalam sambutan sekolah, Chamidi, S.Pd. mengajak seluruh guru untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat dakwah pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Ia memaparkan guru Muhammadiyah memiliki peran penting bukan hanya sebagai pengajar di ruang kelas, namun juga penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Guru Muhammadiyah harus terus menjaga kekompakan dan semangat membangun sekolah yang unggul serta berkemajuan. Kita bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Pada sesi tausiah, Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, namun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan perubahan besar.

“Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi harus diamalkan. KH Ahmad Dahlan mampu membuat sejarah besar dari mengamalkan QS Ali Imran ayat 104 hingga lahirlah Muhammadiyah yang kini usianya lebih dari 100 tahun,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan penghayatan Surat Al-Ma’un yang melahirkan gerakan sosial dan panti asuhan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dihidupkan oleh para guru Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah pendidikan.

“Dari Surat Al-Ma’un lahir gerakan sosial yang luar biasa. Saatnya kita juga membuat sejarah melalui pendidikan dan amal nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Pujiono mengingatkan setiap aktivitas guru dapat bernilai pahala apabila diniatkan karena Allah SWT. Tutur kata, sikap, keteladanan, hingga hal-hal kecil dalam keseharian dinilai dapat menjadi amal kebaikan.

Ia juga mengapresiasi tim humas MIM Kismoyoso yang aktif membuat flyer serta publikasi kegiatan sekolah sebagai bagian dari syiar dakwah. “MIM Kismoyoso besar karena humas. Flyer yang dibuat tim humas pun bisa bernilai pahala karena menjadi bagian dari syiar dakwah,” ungkapnya.

Kegiatan kajian rutin tersebut berlangsung penuh inspirasi dan diharapkan semakin menguatkan semangat guru-guru Muhammadiyah dalam menjadikan pendidikan sebagai jalan dakwah, pengabdian, serta amal jariyah bagi umat. (Sofyan)


Baca juga: Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top