Acha Septriasa Hadir di Politeknik Indonusa Surakarta, Bahas Isu Mental Health Melalui Film Suamiku Lukaku

Print Friendly and PDF

Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue.


Acha Septriasa Hadir di Politeknik Indonusa Surakarta, Bahas Isu Mental Health Melalui Film Suamiku Lukaku

SOLO - majalahlarise.com - Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue bersama film Suamiku Lukaku yang digelar di Ballroom Sabha Kencana Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan civitas akademika yang antusias mengikuti diskusi mengenai kesehatan mental, relasi keluarga, serta pesan sosial yang diangkat dalam film tersebut.

Acara berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Acha Septriasa selaku pemeran utama film Suamiku Lukaku, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog sebagai praktisi kesehatan mental, serta Ssharad Sharaan selaku sutradara film. Ketiganya membahas berbagai persoalan mental health yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun kehidupan sehari-hari generasi muda.

Dalam sesi diskusi, Acha Septriasa menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan memahami kondisi psikologis setiap individu. Menurutnya, kesehatan mental perlu menjadi perhatian bersama agar tercipta hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga maupun sosial.


“Melalui karakter yang saya perankan di film Suamiku Lukaku, saya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya empati, dukungan emosional, dan memahami kondisi psikologis pasangan maupun orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Sementara itu, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog memaparkan isu kesehatan mental saat ini memerlukan perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menilai edukasi melalui media kreatif seperti film dapat menjadi sarana efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Film dapat menjadi media refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sana masyarakat bisa belajar memahami emosi, relasi keluarga, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang suportif,” jelasnya.

Ssharad Sharaan selaku sutradara film juga menyampaikan film Suamiku Lukaku hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi membawa pesan sosial mengenai pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental seseorang dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

Kegiatan WomenTalk Mental Health Issue tidak hanya menjadi ruang diskusi edukatif, tetapi juga ajang inspiratif bagi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sepanjang acara.

Usai talkshow di Ballroom Sabha Kencana, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film Suamiku Lukaku di The Park Solo yang diikuti civitas akademika Politeknik Indonusa Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi bersama atas pesan moral dan isu kesehatan mental yang diangkat dalam film tersebut. (Sofyan)


Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top