GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Optimalisasi Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal, Tim Pengabdian Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo Dorong KWT Turunkan Angka Stunting di Manyaran
![]() |
| Penyerahan Alat Pembuatan Mie Sehat Berbahan Lokal dari Ketua Tim Pengabdian ke Ketua KWT. |
Optimalisasi Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal, Tim Pengabdian Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo Dorong KWT Turunkan Angka Stunting di Manyaran
WONOGIRI - majalahlarise.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani dalam Menurunkan Incidence Rate Stunting” di Batu Sari RT 06 RW 05, Kelurahan Punduh Sari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lemah Ireng serta Karang Taruna Sinar Remaja sebagai peserta utama.
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Manyaran, khususnya di RT 06 Punduh Sari, melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengetahuan gizi, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif makanan sehat dan bergizi.
Ketua RT 06 Batu Sari, Triyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemampuan warga mengolah bahan pangan lokal menjadi produk sehat sekaligus bernilai ekonomi.
![]() |
| Penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna. |
“Kami menyambut baik kegiatan dari Univet Bantara Sukoharjo ini. Harapannya masyarakat dapat semakin kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi makanan sehat yang bermanfaat bagi keluarga dan memiliki nilai jual,” ujar Triyanto.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dewi Puspitosari, S.K.M., M.K.M., menjelaskan pemanfaatan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani, agar mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan sehat. Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, keterampilan ini juga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada kegiatan inti, anggota KWT Lemah Ireng mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya makanan tambahan sehat berbahan lokal dalam mendukung pencegahan stunting. Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan mie sehat sebagai inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
![]() |
| Pelatihan pembuatan Mie Sehat. |
Pelatihan tersebut mendapat antusias tinggi dari peserta. Anggota KWT aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan bahan pangan sehat agar menghasilkan produk bergizi dan menarik untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Sementara itu, Karang Taruna Sinar Remaja memperoleh materi tentang pemasaran digital. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi hingga strategi penjualan produk secara daring agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan mesin pembuat mie sehat kepada KWT Lemah Ireng oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat. Bantuan alat tersebut diharapkan dapat mendukung produksi pangan sehat berbahan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh KWT Lemah Ireng untuk meningkatkan produksi makanan sehat berbahan lokal serta mendukung perekonomian masyarakat,” tambah Dewi Puspitosari.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut menjadi salah satu upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pentingnya gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...



Tidak ada komentar: