Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah

Print Friendly and PDF

Tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh ustadz Pujiono.


Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah

Semarang – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 6 Kota Semarang menggelar kegiatan Syawalan yang dirangkai dengan Pengajian Wayang Golek Pitutur pada Sabtu (11/4/2026) di halaman sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dan sarat makna dengan dihadiri guru, karyawan, wali murid, serta tokoh Muhammadiyah setempat. Suasana kebersamaan tampak kental sejak awal hingga akhir acara sebagai wujud penguatan silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

Kepala Sekolah, Suharno, dalam sambutannya menyampaikan Syawalan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi. Ia menguraikan harapannya agar kegiatan ini mampu menambah semangat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah.

“Syawalan ini menjadi ruang untuk saling menguatkan, mempererat hubungan, sekaligus membangun kolaborasi dalam mendidik anak-anak kita,” tutur Suharno.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Komite, Dr. Djumai, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendukung berbagai program sekolah.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat nilai keislaman. Peran orang tua sangat penting dalam menyukseskan pendidikan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM, Sugito, mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah agar mampu mencetak generasi unggul yang berkarakter Islami. Ia mengatakan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Acara inti diisi tausiyah sekaligus pertunjukan Wayang Golek Pitutur oleh Pujiono yang menyampaikan pesan-pesan moral dan keislaman secara menarik. Dalam penyampaiannya, ia menguraikan makna Halal Bihalal sebagai momentum saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat persaudaraan antar sesama.

Lebih lanjut, Pujiono menekankan pentingnya memilih pendidikan yang tepat bagi anak dengan mengutip QS. An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.

“Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah iman, lemah fisik, dan lemah ekonomi. Maka pendidikan yang tepat adalah kunci,” pesannya.

Ia juga mengatakan SD Muhammadiyah 6 Semarang menjadi salah satu pilihan tepat bagi orang tua dalam mendidik anak karena memadukan pendidikan akademik, karakter Islami, serta pembinaan akhlak secara berimbang.

Kegiatan Syawalan ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan melalui saling bersalaman antar warga sekolah dan wali murid. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi yang saleh, cerdas, dan berdaya saing. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top