Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial

Print Friendly and PDF

Para narasumber saat foto bersama Pjs Direktur Pascasarjana Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Nurnaningsih, S.S., M.Hum, Kaprodi MPBI Dr. Veronica Unun Pratiwi, para dosen dan mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBI).


Mahasiswa MPBI Univet Bantara Dalami Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Artifisial

Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi tampak dalam kegiatan webinar nasional yang diikuti mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBI) Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara), Sabtu (11/4/2026). 

Kegiatan bertajuk Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital Berbasis Kecerdasan Artifisial ini berlangsung di Ruang Bantara Gedung A Lantai 1 dengan menghadirkan para akademisi dan praktisi pendidikan yaitu keynote speaker Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, serta narasumber Dr. Singgih Subiyantoro, S.Pd., M.Pd., Sri Sundari, S.Pd., M.Pd., dan Marjito, S.Pd., M.Pd.

Pjs Direktur Pascasarjana Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Nurnaningsih, S.S., M.Hum membuka kegiatan dengan menyampaikan webinar ini menjadi bagian dari komitmen akademik program MPBI dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kecerdasan artifisial sebagai sarana memperluas wawasan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan di bidang pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. 

Narasumber Dr. Singgih Subiyantoro.


"Tema ini memang mengangkat isu terkait kecerdasan artifisial yang sekarang semakin modern dan bisa dijadikan sebagai media untuk membuka cakrawala serta membantu menyelesaikan problema dalam berbagai bidang," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa, alumni, dan para pendidik dari berbagai instansi. Meski persiapan berlangsung dalam waktu relatif singkat, kegiatan berjalan lancar dan mendapat apresiasi. 

“Alhamdulillah termasuk saya katakan sukses, kita memang kemarin kerja keras dengan waktu yang sangat singkat dan akhirnya bisa berjalan seperti ini. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung dan daring," terangnya.

Sri Sundari, S.Pd., M.Pd

Ketua panitia Anang Widi Rohmawan dalam laporannya menguraikan webinar ini bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mendorong inovasi pembelajaran bahasa dan sastra berbasis teknologi digital. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan praktik pembelajaran. 

"Peserta didorong tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan dalam lingkungan kerja maupun studi," tuturnya.

Keynote speaker Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum mengikuti kegiatan secara daring dan menguraikan perubahan mendasar dalam dunia pendidikan akibat kehadiran kecerdasan artifisial. 

“Kecerdasan artifisial menghadapkan paradigma baru, penggunaan tidak lagi berpusat pada transmisi pengetahuan, tetapi pada konstruksi makna yang dialogis, adaptif, dan berbasis data,” ujarnya.

Marjito, S.Pd., M.Pd.


Ia juga menjelaskan pergeseran menuju literasi digital yang menuntut kemampuan kritis dan multimodal. “Artificial intelligence mempercepat pergeseran melalui literasi kritis dan multimodalitas, serta interaktivitas tinggi dalam produksi dan interpretasi teks,” lanjutnya.

Farida menambahkan, kecerdasan artifisial berperan sebagai mitra kognitif dalam pembelajaran. “Artificial intelligence berfungsi sebagai scaffolding dalam belajar bahasa, bahkan bisa menjadi co-creator dan co-leader dalam eksplorasi makna,” jelasnya. 

Ia mengingatkan pentingnya peran pendidik dalam menjaga kualitas interpretasi dan kreativitas. “Masa depan pembelajaran bahasa dan sastra tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan kita memanusiakan teknologi dalam praktik pendidikan,” pungkasnya.

Narasumber Dr. Singgih Subiyantoro menguraikan perkembangan AI merupakan hasil evolusi panjang teknologi. “Itu cikal bakal dari AI, cuma dulu tidak ada istilah artificial intelligence,” katanya. 

Ia menyampaikan kehadiran AI, Big Data, dan Internet of Things telah mengubah cara kerja di dunia pendidikan, termasuk dalam penyusunan perangkat pembelajaran. “Sekarang ini sudah ada AI yang bisa kita fungsikan untuk membantu mempercepat membuat rancangan pembelajaran,” ujarnya.

Sri Sundari, S.Pd., M.Pd menyoroti karakter peserta didik masa kini yang merupakan generasi digital. Ia menyampaikan guru perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. 

“Era digital ini sudah di depan kita, anak didik kita adalah generasi digital native, sehingga guru harus berlari kencang mengikuti perkembangan AI,” tuturnya. 

Ia menambahkan AI dapat menjadi pendamping pembelajaran yang mendukung kreativitas, namun tetap memerlukan literasi digital dan etika. “AI tidak menggantikan guru, tetapi membantu pembelajaran menjadi lebih menarik,” ungkapnya.

Sementara itu, Marjito menguraikan kecerdasan artifisial sebagai teknologi yang mampu memahami bahasa manusia dan menghasilkan konten berbasis data. Ia menjelaskan peran AI sebagai asisten belajar digital yang dapat dimanfaatkan kapan saja. “AI dalam dunia pendidikan itu sebagai asisten belajar digital, sebagai tutor pribadi yang tersedia 24 jam,” katanya.

Ia juga menambahkan pentingnya kemampuan menyusun perintah atau prompt agar hasil yang diperoleh lebih optimal. (Sofyan)


Baca juga: Pesta Siaga Kwaran Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Sejak Dini


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top