65 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV, Perkuat Ideologi dan Profesionalisme

Print Friendly and PDF

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan.


65 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Sertifikat PRV, Perkuat Ideologi dan Profesionalisme

SOLO – majalahlarise.com - Sebanyak 65 guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menerima Sertifikat Pesantren Ramadan Virtual (PRV) yang ditandatangani oleh Didik Suhardi. Program ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya penguatan ideologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti kepada tujuh perwakilan guru dan karyawan dalam rangkaian workshop sekolah bertema pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Kegiatan tersebut berlangsung di Red Chilies Hotel Solo pada Sabtu (11/4/2026).

Sayekti menyampaikan sertifikat PRV menjadi bukti penguat ideologi Muhammadiyah yang dilakukan secara daring sekaligus mendorong guru menjadi tenaga profesional yang unggul. “Saya serahkan sertifikat PRV semoga bermanfaat. Guru Muhammadiyah mempunyai peran strategis dalam membentuk generasi unggul yang berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya.


Program PRV menghadirkan beragam materi pembelajaran berbasis digital, seperti e-modul thaharah, ibadah, Al-Qur’an, Al-Hadits, serta hikmah Ramadan. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas ibadah seperti salat tarawih yang diinput dalam sistem aplikasi. Terdapat pula menu sedekah yang mengajak peserta untuk rutin bersedekah melalui Lazismu menggunakan QRIS.

Aplikasi PRV juga dilengkapi fitur uji pemahaman dan refleksi, serta laporan akhir berupa rapor ibadah yang menunjukkan capaian peserta selama mengikuti program. Hal ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan karakter spiritual bagi para guru dan karyawan.

Lebih lanjut, Sayekti menguraikan seorang guru tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Seorang guru hebat adalah sosok yang dapat digugu lan ditiru, menjadi panutan yang dipercaya dan berakhlak mulia, seperti yang dicontohkan oleh Ahmad Dahlan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan penguatan ideologi melalui PRV mampu menginternalisasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam diri setiap tenaga pendidik, sehingga mendukung terwujudnya sekolah model yang berkemajuan dan berkeadaban.

“Meneguhkan ideologi, menguatkan komitmen bermuhammadiyah bagi guru dan karyawan di dalam amal usaha dalam menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.

Menurutnya, guru dan karyawan di amal usaha Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab dalam menggerakkan dakwah serta menanamkan nilai-nilai Islam di lingkungan masing-masing. 

“Guru dan karyawan di SD Muhammadiyah 1 Solo harus memahami jati diri persyarikatan. Dengan pemahaman yang kuat, kita tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjalankan misi dakwah berkemajuan,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Syawalan SD Muhammadiyah 6 Semarang Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Pererat Ukhuwah Warga Sekolah


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top