Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi

Print Friendly and PDF

Salah satu mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis konsep 6M dalam bisnis bmencakup: Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan.


Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi

Sukoharjo — majalahlarise.com - Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) mengikuti kuliah tamu bertajuk “Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi” pada Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah 1 dan 2, Gedung D Lantai 2 ini menghadirkan praktisi industri kreatif, Tono Sudarto dari Tono Dzaky Creative Boutique dan Magnacre Digital Studio.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari penguatan mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi yang bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada mahasiswa terkait praktik kewirausahaan di bidang komunikasi.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Univet Bantara sekaligus Dosen mata kuliah Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi, Dr. Joko Suryono, M.Si menyampaikan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai teknik dan taktik dalam menjalankan usaha di bidang komunikasi. Menurutnya, pengalaman langsung dari praktisi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Mahasiswa harus memahami praktik-praktik wirausaha di bidang komunikasi, tidak hanya teori. Dengan menghadirkan praktisi, mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia industri berjalan,” ujarnya.

Ia juga menguraikan ke depan pihaknya akan terus menghadirkan praktisi lain, termasuk dari perguruan tinggi seperti Universitas Amikom Yogyakarta, guna memperkuat daya saing mahasiswa dalam bidang kewirausahaan komunikasi.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemberdayaan wirausaha komunikasi bukan hanya milik mahasiswa Ilmu Komunikasi semata, tetapi menjadi kompetensi penting yang harus dikuasai, baik secara teori maupun praktik. "Ide-ide bisnis yang disampaikan narasumber dinilai mampu membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan usaha kreatif," ungkapnya.

Sementara itu, narasumber Tono Sudarto yang akrab disapa Tono Dzaky mengapresiasi inovasi kampus dalam menggabungkan dua bidang, yaitu komunikasi dan kewirausahaan, ke dalam satu mata kuliah.

“Ini sangat menarik, karena menghubungkan dunia komunikasi dengan kewirausahaan. Bagaimana komunikasi bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi bagi mahasiswa,” tuturnya.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia periklanan, ia mengaku melihat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Bahkan, saat diberikan tantangan menyusun rencana bisnis dalam waktu singkat, mahasiswa mampu menghadirkan berbagai ide kreatif yang dinilai potensial.

“Ternyata generasi muda sekarang punya wawasan luas. Ide-ide bisnis yang muncul sangat khas anak muda dan menarik. Tinggal bagaimana nanti direalisasikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), di tengah era transisi digital saat ini. Menurutnya, teknologi bukan ancaman, melainkan peluang jika mampu dikuasai dengan baik.

“Kalau kita bisa menguasai teknologi, kita akan menjadi tuan dari teknologi. Jangan sampai justru kita yang dikuasai,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana pemanfaatan AI mampu mempercepat proses pembuatan materi presentasi yang sebelumnya membutuhkan waktu lama.

Di sisi lain, ia juga menyinggung pentingnya penghargaan terhadap ide kreatif di industri. Ia menilai, ide kreatif merupakan hasil proses panjang yang tidak bisa dianggap sepele.

“Dunia kreatif itu luas dan membutuhkan proses belajar yang panjang. Tolong hargai ide dan kreativitas seseorang,” tegasnya.

Menutup sesi, ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus berkarya dan tidak ragu menekuni bidang kreatif, karena peluang di industri ini masih terbuka lebar.

“Terus jalan saja. Dunia kreatif, baik audio, video, maupun desain, akan selalu dibutuhkan,” pungkasnya. 

Dalam kesempatan itu, beberapa mahasiswa mempresentasikan rencana ide bisnis yang dibuatnya menggunakan konsep 6M dalam bisnis mencakup Man, Money, Material, Machine, Method, Market yang siap dijalankan. (Sofyan)


Baca juga: Halal Bihalal YPPP Veteran Sukoharjo 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top