GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Komunitas Wirausaha KAWIS Solo Raya Gelar Halal Bihalal dan Sharing Bisnis, Dokter Pilih Jadi Pengusaha Jadi Sorotan
![]() |
| Pengurus dan anggota KAWIS Solo Raya saat foto bersama dengan pemateri sharing bisnis dr. Aan Cahyanto. |
Komunitas Wirausaha KAWIS Solo Raya Gelar Halal Bihalal dan Sharing Bisnis, Dokter Pilih Jadi Pengusaha Jadi Sorotan
Wonogiri – majalahlarise.com - Komunitas Wirausaha KAWIS (Karya Wirausaha Sinergi) Solo Raya menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus sharing bisnis bersama dr. Aan Cahyanto, Minggu (5/4/2026), di Bimardi Park Selogiri. Kegiatan ini diikuti pengurus dan anggota sebagai ajang silaturahmi sekaligus peningkatan wawasan kewirausahaan.
Sekretaris KAWIS Solo Raya, Riris, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya setiap kegiatan komunitas memberi manfaat nyata bagi anggota. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk saling bersinergi dan berkembang bersama.
“Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan itu gimana caranya bisa dimanfaatkan dan bermanfaat untuk kita pribadi dan untuk teman-teman semuanya,” ujarnya di hadapan peserta.
![]() |
| dr. Aan Cahyanto saat berbagi pengalaman membangun bisnis kepada para peserta sharing bisnis. |
Selain itu, Riris juga menguraikan peluang perlindungan usaha melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menjelaskan adanya program diskon iuran hingga 50 persen yang berlaku mulai April hingga Desember 2026.
“Mulai dari Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Kalau ditambah tabungan Rp20.000, totalnya Rp28.400 per bulan,” jelasnya.
Ia menuturkan, program tersebut sangat relevan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki jaminan pensiun seperti pekerja formal.
“Kalau kita pelaku usaha, tidak ada istilah resign. Maka penting punya perlindungan dan tabungan jangka panjang,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia kegiatan, Sukesti, menyampaikan kegiatan halal bihalal KAWIS dirancang tidak sekadar seremonial, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa ilmu praktis bagi anggota.
“Kegiatan ini tidak hanya ritual halal bihalal, tapi kita tambahkan materi dari pengusaha sukses di Jawa Tengah agar peserta mendapat inspirasi langsung,” katanya.
Sukesti menjelaskan, kehadiran dr. Aan Cahyanto menjadi daya tarik tersendiri. Seorang dokter yang memilih terjun ke dunia usaha dinilai memberikan perspektif baru bagi peserta.
“Beliau sebenarnya sudah mapan sebagai dokter, tetapi merasa gelisah dengan kondisi sekarang. Akhirnya memilih menjadi pengusaha karena peluangnya sangat besar,” ungkapnya.
Dalam sesi sharing, dr. Aan membagikan pengalamannya mengembangkan usaha, salah satunya di bidang peternakan ayam petelur yang dinilai memiliki potensi keuntungan menjanjikan.
“Mulai usaha tidak harus menunggu modal besar. Dari pekarangan rumah dengan 10–12 ekor ayam pun sudah bisa dimulai,” tutur Sukesti menirukan pesan dr. Aan.
Ia menambahkan, dr. Aan juga mengembangkan berbagai lini usaha lain seperti perkebunan melon hingga pabrik bola, yang menunjukkan luasnya peluang di dunia bisnis.
Menurutnya, fenomena banyaknya profesi dokter saat ini juga menjadi salah satu alasan dr. Aan beralih ke dunia usaha.
“Sekarang satu kecamatan bisa ada 10–15 dokter. Artinya persaingan semakin ketat. Maka beliau memilih membuka peluang di sektor usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukesti menguraikan pemilihan lokasi kegiatan di Bimardi Park juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan usaha ke depan. Lahan seluas sekitar 4 hektare tersebut direncanakan menjadi pusat peternakan ayam petelur.
“Insya Allah ke depan akan dikembangkan menjadi supplier telur di Wonogiri. Lokasinya strategis, jauh dari pemukiman sehingga tidak mengganggu lingkungan,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, KAWIS Solo Raya berharap anggota semakin termotivasi untuk berani memulai usaha, meskipun dari skala kecil, serta mampu melihat peluang bisnis secara lebih luas di tengah dinamika ekonomi saat ini. (Sofyan)
Baca juga: Dua Kunci Bahagia Dunia Akhirat, Ustaz Dwi Jatmiko Paparkan dalam Halal Bihalal TK ABA Joyosuran
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...


Tidak ada komentar: