Dua Kunci Bahagia Dunia Akhirat, Ustaz Dwi Jatmiko Paparkan dalam Halal Bihalal TK ABA Joyosuran

Print Friendly and PDF

Dwi Jatmiko saat memberikan ceramah dalam pengajian halal bihalal TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Joyosuran.


Dua Kunci Bahagia Dunia Akhirat, Ustaz Dwi Jatmiko Paparkan dalam Halal Bihalal TK ABA Joyosuran

SOLO – majalahlarise.com - Dua kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dipaparkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko saat memberikan ceramah dalam pengajian halal bihalal TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Joyosuran, Jalan Cikarang 22 Gabudan, Pasar Kliwon, Surakarta, Sabtu (4/4/2026).

Dalam tausiyahnya, Dwi Jatmiko menguraikan pentingnya merajut maaf dan memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama membentuk pribadi beriman dan bertakwa. Menurutnya, sikap mudah memaafkan, gemar bersedekah dalam kondisi lapang maupun sempit, serta menghadirkan kedamaian bagi sesama menjadi jalan menuju kebahagiaan hakiki.

“Kita membaca setiap 17 kali dalam sehari ihdinash shirathal mustaqim, memohon ditunjukkan jalan yang lurus, dan setelah salat kita panjatkan doa sapu jagat sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 201,” kata Jatmiko.

Ia menjelaskan, doa yang dilafalkan setiap hari akan semakin kuat jika dibarengi dengan keimanan yang kokoh. Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.


“Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jatmiko mencontohkan kisah para syuhada penghafal Al-Qur’an dalam Perang Uhud yang jasadnya tetap utuh meski telah berlalu lebih dari 1.400 tahun. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi motivasi agar umat Islam semakin semangat mempelajari Al-Qur’an, minimal melalui terjemahan.

“Maka kunci sukses dunia akhirat adalah beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya iman dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo itu juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi penerus yang kuat, baik dari sisi akidah, ibadah, ilmu, maupun ekonomi. Ia mengutip Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 9 sebagai peringatan agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah.

“Allah memperingatkan hamba-Nya agar jangan sampai meninggalkan keturunan yang lemah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai amal terbaik.

“Dan seutama-utama kamu sekalian adalah orang-orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” serunya.

Mengakhiri ceramah, Jatmiko mengutip hadis riwayat Ath-Thabrani tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

“Orang yang bertakwa itu dermawan, tidak pelit, gemar berinfak baik saat lapang maupun sempit. Mereka mampu menahan amarah, tidak pendendam, dan tidak mudah bertengkar,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan wali murid, di antaranya Siti Uminarni, Robingah, Wiwin Wulandari, Rusmiyati Yumna, Ristiani, Ristiati, Dwi Erni Kurniawati, serta Rina. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top