FKIP Univet Bantara Gelar International Guest Lecture, Dorong Kolaborasi Global untuk Pendidikan Berkelanjutan

Print Friendly and PDF

Keynote speaker Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University, Malaysia serta narasumber Celestin Havyarimana dari University of Burundi saat foto bersama dengan Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Jajaran Rektorat, Dekan FKIP Univet beserta jajarannya dan peserta Knowledge Transfer Program in International Guest Lecture.


FKIP Univet Bantara Gelar International Guest Lecture, Dorong Kolaborasi Global untuk Pendidikan Berkelanjutan

Sukoharjo — majalahlarise.com - Dalam rangka Dies Natalis ke-58, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan Knowledge Transfer Program in International Guest Lecture bertema “Weaving the Future: World’s Best-Practice Educators & EdTech for the SDGs” pada Selasa, 7 April 2026 di Gedung H Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Malaysia, Jepang, dan Burundi serta diikuti seluruh mahasiswa FKIP.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani yang dalam sambutan pembukaan acara mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesempatan mengikuti forum akademik internasional tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam merajut masa depan pendidikan melalui praktik terbaik dan pemanfaatan teknologi berbasis global.

“Tema ini sangat besar dan menantang, namun saya optimistis dapat diwujudkan karena telah disertai langkah-langkah konkret. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam merajut masa depan pendidikan melalui praktik baik pendidik dan teknologi pendidikan untuk mendukung pencapaian SDGs,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, ia menguraikan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara global masih berada di angka sekitar 15 persen, sementara sebagian lainnya mengalami stagnasi bahkan kemunduran akibat berbagai krisis global dan disrupsi teknologi. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.


“Masih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan dan tingginya learning poverty menjadi panggilan moral bagi kita untuk melakukan inovasi pendidikan,” jelasnya.

Rektor juga menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan dampak nyata. Ia menuturkan bahwa dosen dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Perguruan tinggi harus menjadi center of knowledge, center of innovation, sekaligus center of impact. Setiap program pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud visi besar dalam membangun masa depan pendidikan melalui kolaborasi global.

Weaving the future bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah visi bahwa masa depan pendidikan dirajut melalui kolaborasi, inovasi, dan praktik terbaik dari para pendidik,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan dalam kegiatan ini akan dilakukan penandatanganan kerja sama akademik berupa MoU, MoA, dan IA dengan sejumlah perguruan tinggi internasional, termasuk INTI International University dan University of Burundi, serta kolaborasi dengan 13 program studi di lingkungan FKIP.

“Harapannya, kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas riset dan publikasi internasional. Bahkan kami mendorong setiap program studi untuk menghasilkan minimal satu publikasi terindeks Scopus,” ujarnya.

Dekan juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi berbasis teknologi pendidikan yang mendukung keberlanjutan.

“Jadilah generasi yang mampu menjembatani teknologi dan nilai-nilai keberlanjutan,” pesannya.

Ketua panitia, Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas akademik, serta membekali mahasiswa dengan wawasan global terkait inovasi pendidikan.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga ruang diskusi akademik lintas negara yang memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung implementasi SDGs melalui pendidikan dan teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam literasi global dan pedagogi modern.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu kolaborasi internasional yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan reputasi Univet Bantara di tingkat global,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University, Malaysia serta narasumber Prof. Josephat Tetuko Sri Sumaryoto dari Chiba University Japan dan Celestin Havyarimana dari University of Burundi. Selain sesi pemaparan materi, acara juga diisi dengan diskusi interaktif, penyediaan materi digital, serta dokumentasi akademik sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran di lingkungan FKIP Univet Bantara. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Antusias Ikuti Kuliah Tamu Pemberdayaan Wirausaha Komunikasi


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top