Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit dan Kirab Gunungan

Print Friendly and PDF

Penyerahan tokoh wayang Puntodewo dari sesepuh Tugiyo kepada Dalang Ki Sutiyo sebagai tanda dimulainya pagelaran.


Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit dan Kirab Gunungan

WONOGIRI – majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Perantauan Tahun 2026 yang digelar di Balai Dusun Pageyan, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, Minggu (22/3/2026) malam. Acara ini semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Sutiyo dengan lakon “Pandawa Kumpul”.

Sebelum pagelaran dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab tumpeng dan gunungan hasil bumi berupa sayuran. Barisan kirab semakin menarik dengan kehadiran tokoh Hanoman di barisan depan yang menjadi simbol semangat dan keberanian. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh tokoh masyarakat yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Bero Roh Edy Wibowo serta penyerahan tokoh wayang Puntodewo dari sesepuh Tugiyo kepada Dalang Ki Sutiyo sebagai tanda dimulainya pagelaran.

Tidak hanya itu, para penonton juga disuguhi hiburan seni tari piring yang menambah semarak suasana malam penuh silaturahmi tersebut.

Dewan Penasehat PKMJ (Paguyuban Keluarga Manyaran Jakarta), HY Supardi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran wayang.


Ketua panitia sekaligus Kepala Dusun Pageyan, Galih, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menguraikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya keluarga besar perantauan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ujar Galih.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur keluarga besar yang diwujudkan melalui tradisi tumpengan dan gunungan, dengan harapan mendapatkan keberkahan rezeki, sandang, dan pangan.

Kirab tumpeng dan gunungan hasil bumi berupa sayuran.


“Semoga apa yang menjadi niat baik keluarga besar dapat dikabulkan Allah SWT serta diberikan kelancaran tanpa hambatan,” tambahnya.

Selain pagelaran budaya, panitia juga menyiapkan kupon undian berhadiah bagi para hadirin, dengan hadiah utama berupa sepeda motor yang semakin menambah antusiasme masyarakat.

Sementara itu, Dewan Penasehat PKMJ (Paguyuban Keluarga Manyaran Jakarta), HY Supardi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa momentum halal bihalal ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai ajang memperkuat kebersamaan.


“Semoga kebersamaan seperti ini tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Supardi.

Ia juga mengungkapkan harapan adanya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Manyaran, termasuk rencana pengaspalan jalan yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pandawa Kumpul” yang diiringi para sinden menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa yang terus dijaga oleh masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: ATI Pusat Tunjuk Asri Purwanti Pimpin Tinju Jateng, Targetkan Lompatan Prestasi Nasional


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top