ATI Pusat Tunjuk Asri Purwanti Pimpin Tinju Jateng, Targetkan Lompatan Prestasi Nasional

Print Friendly and PDF

Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM


ATI Pusat Tunjuk Asri Purwanti Pimpin Tinju Jateng, Targetkan Lompatan Prestasi Nasional

Jakarta - majalahlarise.com - Pengurus Pusat Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) resmi melakukan restrukturisasi kepengurusan di daerah dengan menetapkan pimpinan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah periode 2026–2031. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 01/ATI/SK/III/2026 yang diteken langsung di Jakarta.

Dalam keputusan tersebut, Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM dipercaya menakhodai ATI Jawa Tengah. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pembinaan dan profesionalisasi olahraga tinju di tingkat daerah yang selama ini dinilai belum maksimal.

ATI secara tegas menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan. Selama ini, potensi petinju daerah dinilai besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pembinaan yang terstruktur, kompetisi berjenjang, serta dukungan manajerial yang kuat.

Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, ATI menegaskan perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendorong lahirnya atlet profesional yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Karena itu, kepengurusan baru dituntut bekerja cepat, terukur, dan berorientasi hasil.

Plt. Ketua Umum ATI Pusat, Ester Situmorang, menegaskan bahwa pengurus yang telah ditetapkan tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif. Ia meminta agar kepengurusan baru segera menyusun program konkret, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyelenggaraan kejuaraan rutin.

“ATI tidak butuh pengurus simbolik. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, mencetak atlet, dan menghadirkan kompetisi berkualitas,” tegasnya.

Dalam isi keputusan juga disebutkan bahwa susunan kepengurusan masih terbuka untuk penyempurnaan, dengan catatan harus mendapat persetujuan dari pengurus pusat. Hal ini memberi ruang fleksibilitas bagi Ketua DPW untuk membangun tim yang solid dan profesional.

Sementara itu, Ketua ATI Jawa Tengah terpilih, Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan olahraga tinju di wilayah Jawa Tengah agar semakin maju dan diminati masyarakat luas.

Menurutnya, tinju bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan, mulai dari menjaga kebugaran, meningkatkan stamina, hingga membantu membentuk tubuh yang ideal. Ia ingin menjadikan tinju sebagai olahraga yang dicintai lintas generasi, khususnya kalangan muda.

“Tinju bukan sekadar olahraga keras, tetapi juga sarana pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Ini olahraga yang sangat baik untuk kesehatan sekaligus membuka peluang meraih prestasi, baik di level amatir maupun profesional,” ujarnya.

Asri menegaskan, pihaknya akan langsung bergerak dengan program nyata, di antaranya memperbanyak penyelenggaraan event dan kejuaraan secara rutin di berbagai daerah agar atlet memiliki jam terbang yang cukup.

Selain itu, ATI Jawa Tengah juga akan membuka pelatihan bagi wasit dan pelatih guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tinju. Dengan SDM yang kompeten, sistem pembinaan diharapkan berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, pembinaan usia dini juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan sekolah, komunitas olahraga, serta klub-klub tinju di daerah sebagai langkah strategis mencetak regenerasi atlet sejak awal.

Asri juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pengurus Pusat ATI agar pembinaan di daerah selaras dengan program nasional, sekaligus membuka akses bagi atlet Jawa Tengah untuk tampil di kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan ATI Pusat menjadi kunci agar pembinaan atlet memiliki arah yang jelas, dari tingkat daerah hingga ke panggung dunia,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan kerja keras, konsistensi program, serta dukungan berbagai pihak, Jawa Tengah mampu melahirkan petinju-petinju potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

“Target kami jelas, mencetak atlet dari level amatir hingga profesional yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi kami siap berjuang mewujudkannya,” pungkasnya.

Penetapan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa ATI tengah melakukan pembenahan internal secara serius. Jika diikuti dengan langkah konkret dan terukur, Jawa Tengah berpeluang besar menjadi salah satu lumbung utama petinju profesional Indonesia di masa mendatang. (Ags/ Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki, Karya Poster Dipajang Bersama Desainer Dunia


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top