Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki, Karya Poster Dipajang Bersama Desainer Dunia

Print Friendly and PDF

Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah (angkatan 2023), Nauril Ni’mah (angkatan 2024), serta Deswinda Auliya Putri (angkatan 2025).


Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki, Karya Poster Dipajang Bersama Desainer Dunia

SOLO – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta. Empat mahasiswa berhasil lolos kurasi dalam ajang bergengsi International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang digelar secara daring mulai 12 Maret 2026.

Pameran internasional ini diikuti oleh 40 desainer dari 21 negara, di antaranya Amerika Serikat, Taiwan, Cina, Palestina, Belarus, Irak, Uruguay, Turki, hingga Korea Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kütahya Dumlupınar University, Faculty of Fine Arts, Turki, dengan menghadirkan karya-karya poster bertema perjuangan dan nilai kebangsaan.

Empat mahasiswa DKV ISI Surakarta yang berhasil menembus kurasi tersebut adalah Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah (angkatan 2023), Nauril Ni’mah (angkatan 2024), serta Deswinda Auliya Putri (angkatan 2025). Karya poster mereka ditampilkan dalam format A3 dengan mengangkat visual simbolik tokoh Mehmet Akif Ersoy, sosok penting di balik lahirnya lagu kebangsaan Turki, Istiklal Marşı.

Dalam proses kreatifnya, para mahasiswa mendapatkan pendampingan dari dosen DKV ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, mulai dari penguatan ide hingga tahap visualisasi desain. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat global.

Basnendar menyampaikan, keberhasilan mahasiswa dalam ajang ini menjadi bukti kualitas karya yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga mampu berbicara di ranah internasional. 

“Melalui desain poster yang dihasilkan, mahasiswa menunjukkan karya mereka mampu bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dengan desainer dan seniman dari berbagai negara,” jelasnya.

Pameran ini mengangkat tema yang terinspirasi dari Istiklal Marşı, yang tidak hanya dipandang sebagai karya sastra, namun juga merepresentasikan memori kolektif, nilai nasional, serta kesinambungan sejarah bangsa Turki. Melalui pendekatan visual, para desainer dari berbagai negara diajak menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam bahasa desain yang beragam.

Salah satu peserta, Gilbert Gohnarso, menuturkan bahwa karya poster yang dibuat melalui teknik digital merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan. “Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena karya kami bisa lolos kurasi dan dipamerkan di ajang internasional,” ujarnya.

Ajang ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi global dalam mengubah warisan sastra Mehmet Akif Ersoy menjadi narasi visual yang kuat dan relevan lintas budaya. Keikutsertaan mahasiswa ISI Surakarta diharapkan dapat terus memacu semangat berkarya serta memperluas kontribusi generasi muda Indonesia di kancah seni internasional. (Sofyan)


Baca juga: Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan, Ratusan Jemaah Ikuti Salat Id di Baleharjo Wonogiri


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top