Hikmah dan Keistimewaan Isra Miraj, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Bangun Peradaban dari Masjid

Print Friendly and PDF

Khatib Jumat, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.


Hikmah dan Keistimewaan Isra Miraj, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Bangun Peradaban dari Masjid

SOLO — majalahlarise.com - Khatib Jumat, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menguraikan berbagai hikmah dan keistimewaan di balik peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW. Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid As Syiar, Kompleks RRI Solo, yang diikuti jamaah setempat dan para musafir, Jumat (16/1/2026).

Di awal khutbah, khatib yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo itu mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan kesempatan beribadah di bulan Rajab serta menghadiri salat Jumat dalam keadaan sehat.

“Khatib menyampaikan wasiat takwa kepada saudara sekalian dalam arti dan dengan cara imtitsalul awamir wajtinabun nawahi. Mari kita berusaha melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustaz Dwi Jatmiko menjelaskan peristiwa agung Isra dan Miraj, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa, kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha sebelum kembali ke Makkah dalam satu malam.

“Peristiwa ini menunjukkan kemajuan umat harus berangkat dari masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial,” jelasnya.

Ia menuturkan, pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 18 yang menguraikan hanya orang-orang beriman yang layak memakmurkan masjid. Selain itu, Isra dan Miraj juga membuktikan keluasan ilmu dan kekuasaan Allah SWT yang melampaui keterbatasan nalar manusia.

“Alquran menegaskan keterbatasan ilmu manusia sebagaimana tertuang dalam QS Al-Isra ayat 85, manusia hanya diberi ilmu dalam jumlah yang sedikit,” ungkapnya.

Ustaz Dwi Jatmiko juga menguraikan, peristiwa Isra dan Miraj semakin memperkokoh loyalitas serta ketergantungan Rasulullah SAW kepada Allah SWT. Perjalanan tersebut terjadi pada masa penuh duka, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

“Melalui fase berat tersebut, Allah SWT menegaskan perlindungan sejati hanya berasal dari-Nya, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Baqarah ayat 257,” urainya.

Hikmah lainnya, peristiwa Isra dan Miraj menumbuhkan semangat dakwah Rasulullah SAW agar tetap istiqamah. Meski tekanan dan penolakan semakin keras, Rasulullah tetap melanjutkan perjuangan hingga akhirnya diperintahkan hijrah ke Madinah.

“Isra dan Miraj juga menumbuhkan izzah atau harga diri kaum muslimin agar tetap tegar, optimistis, dan percaya diri sebagai umat beriman, sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imran ayat 139,” pungkasnya. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top