Penutupan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Remaja PKH 2026 PKBM Syifa Surakarta Berlangsung Sukses

Print Friendly and PDF

Penyerahan sertifikat pelatihan dan alat masak kepada peserta.


Penutupan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Remaja PKH 2026 PKBM Syifa Surakarta Berlangsung Sukses

Surakarta - majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta beralamat di Jl. Jamsaren no. 44 Serengan secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Remaja (PKH) Tahun 2026 dengan jenis keterampilan masakan berbahan ayam. Kegiatan ini terselenggara selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (14–16/1/2026), bekerja sama dengan Chef ICA dari Indonesian Chef Association (ICA) Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan diikuti 25 peserta yang berasal dari kalangan remaja dan perempuan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan memasak olahan ayam yang aplikatif dan berorientasi pada peluang usaha kuliner rumahan.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menyampaikan pemberdayaan remaja dan perempuan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, remaja dan perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, khususnya di sektor usaha mikro dan kuliner rumahan.

Ia menguraikan masih banyak remaja dan perempuan yang belum memperoleh akses pendidikan keterampilan yang praktis dan aplikatif. Kondisi tersebut kerap menjadi penghambat dalam meningkatkan produktivitas dan taraf hidup. Melalui Program Pendidikan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan (PKH), PKBM Syifa berupaya menghadirkan solusi konkret berupa pelatihan keterampilan yang bernilai ekonomis dan memiliki peluang usaha nyata.

Jenis masakan berbahan ayam buatan peserta Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Remaja (PKH) Tahun 2026.


“Keterampilan memasak dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan sangat potensial dikembangkan menjadi usaha mandiri. Olahan berbahan ayam mudah bahan bakunya, terjangkau, serta permintaan pasarnya tinggi dan berkelanjutan,” ujar Puri.

Selain keterampilan teknis memasak, peserta juga dibekali pemahaman dasar kebersihan dan keamanan pangan, pengemasan sederhana, serta pengenalan peluang usaha kuliner skala rumah tangga. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pola pikir mandiri dan produktif, sehingga keterampilan memasak dapat dimanfaatkan sebagai aset ekonomi keluarga.

Sementara itu, pemateri Meriana memberi motivasi pemberdayaan perempuan sekaligus pesan inspiratif kepada para peserta. Ia menuturkan pentingnya peran perempuan tangguh dalam membangun keluarga dan bangsa. “Perempuan tangguh, saya yakin NKRI akan tumbuh,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Instruktur pelatihan, Hendro Purwanto, Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Jawa Tengah, menyampaikan agar para peserta terus mempraktikkan resep yang telah diberikan selama pelatihan. Ia menjelaskan satu resep bisa menghasilkan cita rasa berbeda tergantung tangan yang mengolahnya.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, bersama instruktur dan peserta pelatihan saat foto bersama usai acara penutupan kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Remaja (PKH) Tahun 2026.


“Sama-sama resep, beda tangan, beda hasil, otomatis beda rasa. Dari empat resep kemarin silakan dikembangkan dan divariasi sesuai kreativitas masing-masing,” tuturnya. Hendro juga berharap pelatihan serupa dapat kembali digelar pada tahun mendatang.

Kesan positif disampaikan salah satu peserta, Novida Yunus asal Klaten. Ia mengungkapkan selama tiga hari mengikuti pelatihan di PKBM Syifa, banyak manfaat yang diperoleh, terutama praktik memasak berbahan ayam yang bisa diterapkan di rumah maupun menjadi ide usaha.

“Terima kasih kepada PKBM Syifa atas kesempatan yang diberikan. Pelatihan ini sangat bermanfaat, menambah variasi masakan di rumah sekaligus bisa menjadi ide jualan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, PKBM Syifa Surakarta berharap para peserta mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta kesiapan berwirausaha di bidang kuliner. Program tersebut diharapkan menjadi upaya nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar. (Sofyan)


Baca juga: Bukan Sekadar Cerita Isra Mi’raj, Kajian Ini Mengubah Cara Siswa SMP Muhammadiyah PK Menjaga Salat


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top