GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
PCA Trucuk Gelar Pengajian “Lahire ‘Aisyiyah” Dikemas Wayang Golek Pitutur
PCA Trucuk Gelar Pengajian “Lahire ‘Aisyiyah” Dikemas Wayang Golek Pitutur
Klaten – majalahlarise.com - Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Trucuk menggelar Pengajian “Lahire ‘Aisyiyah” dengan kemasan budaya Wayang Golek Pitutur pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Bani Adam, Pundungsari, Trucuk, Klaten, dan dihadiri sekitar 700 jamaah dari berbagai ranting ‘Aisyiyah serta masyarakat umum.
Pengajian menghadirkan Ki Ustadz Pujiono, Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Boyolali. Dalam kesempatan tersebut, Ki Ustadz Pujiono tidak hanya menyampaikan tausiyah, tetapi juga membawakan lakon Wayang Golek Pitutur bernuansa dakwah yang sarat pesan keislaman dan kearifan lokal.
Melalui media budaya wayang, Ki Ustadz Pujiono menguraikan nilai-nilai perjuangan ‘Aisyiyah sejak kelahirannya, peran strategis perempuan dalam dunia pendidikan, serta pentingnya penguatan akhlak dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat. Pesan-pesan dakwah disampaikan dengan bahasa ringan, komunikatif, serta dibalut filosofi Jawa, sehingga mudah diterima oleh jamaah lintas usia.
Dalam ceramahnya, Ki Ustadz Pujiono menjelaskan kelahiran ‘Aisyiyah menjadi tonggak kebangkitan perempuan Muslim untuk berperan aktif dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Menurutnya, ‘Aisyiyah hadir sebagai gerakan pencerahan yang terus relevan menjawab tantangan zaman.
Ketua Panitia, Sumiyati, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah yang begitu tinggi. Ia menuturkan, konsep pengajian dengan Wayang Golek Pitutur sengaja dipilih agar nilai-nilai Islam dan spirit perjuangan ‘Aisyiyah tersampaikan secara lebih membumi dan dekat dengan budaya masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pengajian yang tidak hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga menyentuh hati serta menguatkan identitas budaya. Alhamdulillah, jamaah menyambut dengan penuh antusias,” ujar Sumiyati.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama. PCA Trucuk berharap semangat perjuangan ‘Aisyiyah terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: