Ormawa dan UKM ISI Solo Dukung Anti Kekerasan Seksual di Kampus Seni

Print Friendly and PDF

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di ISI Solo.


Ormawa dan UKM ISI Solo Dukung Anti Kekerasan Seksual di Kampus Seni

Solo- majalahlarise.com -Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) mengundang Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS) ISI Solo untuk hadir dalam “Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus” yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di ISI Solo. Sabtu (18/5/24).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Seminar, Gedung Pascasarjana tersebut diisi pemaparan materi dari SATGAS PPKS yang disampaikan oleh Bunga Wardatun Nissa selaku anggota SATGAS PPKS dari unsur mahasiswa. Mengenalkan bersama apa saja bentuk kekerasan seksual, bagaimana hukumnya di aturan undang undang, apa saja asas hukum SATGAS PPKS berdiri, sampai tentang bagaimana menangani kasus kekerasan seksual yang sudah terjadi.

Sesi sharing diskusi pun dilakukan setelah pemaparan materi, terlihat antusias mahasiswa untuk lebih mengenal dan mempertanyakan tentang PPKS itu sendiri. Putri, mahasiswa perwakilan BEM FSRD bertanya, “bagaimana jika kekerasan seksual sudah terjadi dan bagaimana cara menangani jika sudah terkena mental?” Diana Safinda Asran, anggota SATGAS PPKS dari unsur dosen menjawab. “Saat ini, SATGAS PPKS ISI Solo telah bekerjasama dengan mitra luar yang juga berfokus di hal serupa, SPEK HAM Surakarta adalah salah satu mitra yang akan menangani bersama masa pemulihan korban dengan tetap didampingi oleh SATGAS PPKS ISI Solo.”

Baca juga: Puluhan Guru Agama Islam SMP di Wonogiri Ikuti Seminar Moderasi Beragama Melalui Profil Pelajar Pancasila

Gender terkait rasio yang menjadi korban kekerasan seksual pun juga ditanya, mengapa hanya perempuan dan apakah laki laki tidak terkena? Soemaryatmi, Ketua SATGAS PPKS menjawab, bahwa korban kekerasan seksual dapat terjadi tidak memandang gender. Pun laki laki, akan tetap dilindungi dan ditangani bersama oleh SATGAS PPKS. Karna SATGAS PPKS tidak hanya mengerucut pada perempuan.

Yanuar Dwi Anggara, anggota SATGAS PPKS dari unsur tenaga kependidikan menyampaikan closing statement, bahwa SATGAS PPKS bergerak berdasarkan prinsip. SATGAS PPKS pun bergerak dengan sangat hati hati. Yanuar pun menyampaikan, bahwa jika setiap setelah sosialisasi akan ada banyak laporan terkat kekerasan seksual, maka awareness telah lebih dibangun oleh seluruh warga kampus ISI Solo. Dari unsur mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, sampai para pimpinan kampus. (Sofyan)

Baca juga: MBKM Membangun Desa ISI Solo Sinergikan Potensi Komunitas di Karanganyar


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top