ISI Surakarta Kolaborasi di Proyek Inkubasi Watu Gambir Park Karanganyar

Print Friendly and PDF

Narasumber Yuke Sri Rahayu (Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf), dan Juliyatmono (Bupati Karanganyar) saat foto bersama peserta Lokakarya dan Pameran Desain Arsitektur dan Interior.


ISI Surakarta Kolaborasi di Proyek Inkubasi Watu Gambir Park Karanganyar

Solo- majalahlarise.com -Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terlibat pada kegiatan Lokakarya dan Pameran Desain Arsitektur dan Interior hasil Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior yang telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023 yang digelar oleh Pokja Arsitektur dan Desain Interior Kemenparekraf, pada Selasa (5/9/2023) di pendopo Kabupaten Karanganyar.

Program ini didukung oleh Prodi Desain Interior ISI Surakarta, Prodi Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS), Ikatan Arsitek Indonesia dan Himpunan Desainer Interior Indonesia, serta pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Obyek intervensi desain pada Inkubasi tahun 2023 adalah Watu Gambir Park (WGP), yaitu destinasi wisata seluas 4,5 hektar yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, dan dikuatkan sebagai Laboratorium Sosial Perfilman ISI Surakarta. WGP merupakan obyek wisata alam dan budaya, kedepan juga dirancang sebagai Ruang Kreatif Perfilman yang diharapkan juga mengungkit sektor ekraf lainnya, seperti desain, kuliner, fashion lainnya yang berdampak pada geliat ekonomi kreatif tingkat lokal, nasional maupun global. 

Kegiatan inkubasi ini bertujuan memberikan ruang pengembangan kompetensi sekaligus ruang aktualita bagi arsitek dan desainer interior muda dengan menghasilkan rancang desain kenusantaraan, yang hasilnya dapat diimplementasikan oleh pemangku kepentingan dalam rangka percepatan program strategis pembangunan, dalam hal ini di Jawa Tengah sebagai bagian  kawasan  super prioritas Borobudur.

Baca juga: DMB ISI Solo Latih Siswa SMK Negeri 4 Surakarta

WGP memiliki wahana alam berupa danau, river tubing dan kolam renang , serta prasarana kreatif berupa amphiteater, pendopo pertemuan dan ruang workshop. Dalam hal akomodasi WGP juga dilengkapi cottage dan camping ground. Saat ini WGP dikembangkan atas dasar konsep Wisata Perfilman, yang diantaranya menggunakan pendekatan desain tematik perfilman desa dan pengembangan prasarana untuk mendukung atraksi wisata perfilman yang akan dikembangkan berupa ruang pemutaran film (bioskop desa), creative hub, ruang pertemuan dan studio.

Konsep desain ruang yang menyatukan antara destinasi wisata, edukasi sekaligus produksi perfilman ini sangat strategis, karena ketiganya dapat menopang satu sama lain sehingga menjamin keberlanjutan program. Saat ini Desa Karang telah menjalin kemitraan pentaheliks yang cukup lengkap, baik dengan pemerintah, komunitas, akademisi, industri dan masyarakat profesi. Keberadaan Tapak Desain yang baik hasil Inkubasi Arsitektur dan Interior dapat mengakselerasi pengembangan wisata WGP.

Kegiatan lokakarya diikuti oleh 35 peserta yang memamerkan 8 desain dengan narasumber Arsitek dan Desainer profesional, dengan 4 mentor kegiatan diantaranya merupakan dosen Desain Interior yaitu Dr Agung Purnomo, Ernastan Budi Prasetyo, Indarto dan Eko Sri Haryanto, dan sebagai kueator Ahmad Fajar Ariyanto dan Sumarno. Lokakarya ini juga mengundang tamu undangan dari unsur pemerintah, industri, akademisi, praktisi arsitektur dan Interior, media serta komunitas perfilman. Diharapkan hasil desain dapat didukung berbagai stakeholder guna diwujudkan dan dapat berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif di kawasan Jawa Tengah, baik dari subsektor arsitektur, desain interior, perfilman maupun subsektor lainnya. 

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Yuke Sri Rahayu (Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf), dan Juliyatmono (Bupati Karanganyar). (humasisiska/ Sofyan)

Baca juga: Tim SPI ISI Surakarta Ikuti Pelatihan Auditor Internal


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top