PENGGUNAAN MODIFIKASI PERMAINAN DAKON UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN MENGHITUNG DALAM OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB NEGERI JEPARA

Print Friendly and PDF

PENGGUNAAN MODIFIKASI PERMAINAN DAKON UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN MENGHITUNG DALAM OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB NEGERI JEPARA

Oleh : Yanuarita Dwi Romadhona, S.Pd

Guru SLB Negeri Jepara Jawa Tengah

Yanuarita Dwi Romadhona, S.Pd


       Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dan kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat kuat dan jelas. Tanpa konsep A tidak mungkin akan memahami konsep B.

       HW Fowler (dalam Amin Suyitno, 1985:736) mendefinisikan bahwa “mathematics is the abstract science of space and number”. Sedangkan Marshal Walkter (1955:115) menyatakan bahwa “mathematics may be defined as the study of abstract and their interrelations”.

       Secara umum karakteristik anak tunagrahita sangat berbeda dengan anak normal pada umumnya. Perbedaan itu terdapat pada aspek akademik, sosial/emosional, kemampuan mengurus diri, fisik dan sebagainya. Tetapi untuk karakteristik fisik anak tunagrahita tidak terlalu jauh berbeda dengan anak normal terutama anak tunagrahita ringan. Menurut Astati (2001:5) dalam Mumpuniarti (2007:17) untuk kemampuan motorik anak tunagrahita jauh lebih rendah dari anak normal

       Dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan metode cerama tanpa media pembelajaran yang menarik, sehingga siswa tunagrahita kurang tertarik dalam belajar matematika. Rata-rata nilai matematika kelas IV  di SLB Negeri Jepara masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Mininal)

       Pemakaian Media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat menumbuhkan keinginan dan minat yang baru, penggunaan media akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran

       Alat peraga permainan dakon dapat digunakan untuk memudahkan siswa memahami konsep operasi hitung penjumlahan bilangan bulat, yaitu penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, penjumlahan bilangan bulat postif dengan bilangan bulat negatif, dan penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif.

       Dalam penelitian ini peneliti merumuskan kerangka berfikir sebagai berikut kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat pada anak tunagrahita kelas IV masih rendah dikarenakn guru masih menggunakan metode ceramah dan tidak berbantu media konkret 

       Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, dimulai bulan Januari 2022 sampai Maret 2022 dengan subjek semua siswa kelas IV Tunagrahita di SLB Negeri Jepara yang berjumlahkan 15 Siswa.

       Dalam penelitian ini nilai yang diperoleh dari siswa kelas IV Tunagrahita mengalami peningkatan dari hasil pra Tindakan rata-rata nilai 40 menjadi 70 pasca Tindakan siklus I dan meningkat menjadi 80 pasca Tindakan siklus II.

       Berdasarkan penelitian yang dilakukan anak tunagrahita memiliki ketertarikan dan antusias yang besar Ketika belajar menggunakan media dakon. Selain itu mengacu pada hasil penelitian di atas bahwa kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi awal sebelum di lakukan Tindakan

       Adapun saran penelitian yang sudah dilakukan sebagai berikut, Kepala sekolah lebih memotivasi guru dalam menggunakan media sedangkan kepada guru baiknya lebih menggunakan inovasi dalam proses pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top