Penyerahan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP UNS di SMP Negeri 8 Surakarta

Print Friendly and PDF

Prosesi penerimaan mahasiswa PLP FKIP UNS di SMPN 8 Surakarta.

Penyerahan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP UNS di SMP Negeri 8 Surakarta

Solo- majalahlarise.com -Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan istilah baru dari PPL dan magang bagi Mahasiswa Program S1 Reguler FKIP – Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.  Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ini  merupakan upaya pengembangan pengetahuan, pembentukan  keterampilan  dan  peneguhan sikap yang  dilakukan  melalui  belajar  dengan berbuat (learning by doing).

Kepala  SMP  Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd.  menerima 14 mahasiswa PLP  dari FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)  UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta ). Mahasiswa yang diterima untuk pengenalan lapangan persekolahan itu sebagai Koordinator Dosen adalah Agus Tri Susilo, S.Pd.,M.Pd., Dari SMP Negeri 8 Surakarta sebagai Koordinator Pamong adalah Hesti Setyaningsih, S.Kom. Bertempat di ruang  Aula pukul 10.00-11.30 WIB. Selasa, (7/9/2021).

Mahasiswa PLP  yang berjumlah 14 mahasiswa itu terdiri dari 5 mata pelajaran antara lain ; Bimbingan dan Konseling (2), Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (2) , Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (3), Pendidikan Bahasa Jawa (4), Pendidikan IPA (3). Guru Pamong yang akan menjadi pendamping mahasiswa PLP antara lain ; Siti Martabatul Aliyah, S.Pd., Prico Diana Dewi, S.Pd.,.MH.,  Dra. Sri Suprapti,., Rori Khoirudin, S.Pd., Muji Widodo, S.Pd.Fis., Dra. Inawati, Wiwin Adriyanto Atmojo, S.Pd.

Koordinator Dosen Agus Tri Susilo, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan dalam penyerahan mahasiswa PLP, bahwa selama kurang lebih tiga bulan mahasiswa sepenuhnya melaksanakan tugas sesuai dengan yang diharapkan oleh Kampus. PLP merupakan upaya pengenalan secara dini mahasiswa kepada Sekolah  selama tiga bulan dimulai dari  awal September dan berakhir sampai akhir Nopember. Kegiatan PLP ini dilakukan hampir seperti PPL beberapa tahun yang lalu. 

Baca juga: KKN Univet 2021, Edukasi dan Sosialisasi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Masyarakat

“UNS melakukan kegiatan rutin PLP dilaksakan  dengan sekolah yang bermitra baik dengan SMP Negeri 8 Surakarta, pembimbingnya dilakukan oleh Dosen Pembimbing  PLP dan Guru Pembimbing PLP.  Kegiatan PLP ini berbobot 4 SKS. Kegiatan melakukan tugas PLP yang pertama kali dilakukan  yaitu berlatih perkenalan  profesi  kependidikan (observasi sekolah). Selanjutnya  adalah perencanaan pembelajaran., selama sedikitnya 10 kali pertemuan dilakukan layanan terbimbing, untuk mematangkan bagi Mahasiswa. Kemudian berakhir dengan Ujian PLP,” terangnya.

PLP  adalah suatu wadah untuk melatih dirinya bagaimana nantinya bekerja di dunia kerja yang sebenarnya. PLP  merupakan syarat utama untuk melalui proses pendidikan . Mahasiswa tingkat akhir diwajibkan untuk melakukan PLP disuatu tempat terlebih dahulu sebelum mendapatkan gelarnya. PLP memang merupakan salah satu syarat wajib untuk mendapatkan gelar sarjana. PLP juga sebagai kesempatan untuk mengimplemantasikan ilmu-ilmu atau teori-teori yang selama ini sudah dipelajari di perkuliahannya. 

Program PLP ini memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon Guru. PLP ini juga bertujuan menyiapkan kemampuan awal calon Pendidik dengan mengalami langsung Pendidik dengan mengalami langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang terbatas dengan menjadi “asisten Guru”.

 Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, yang diwakili oleh Muji Widodo, S.Pd.Fis. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mahasiswa PLP ini diharapkan agar bisa menjadi calon Guru yang baik atau setidaknya bisa meniru BapakIbu Guru yang menjadi pembimbinya atau bisa meniru dari Guru yang lain.  Belajar bisa dengan siapa saja, jadi tidak harus menganggap sudah tua bisa dalam segalanya. 

Disampaikan juga oleh Waka Humas, Muji Widodo, S.Pd.Fis., SMP Negeri 8 Surakarta dengan bangga menerima 14 mahasiswa PLP dan semaksimal mungkin memberikan sesuatu yang berguna bagi calon Guru tersebut dalam hal ini bisa dikatakan berbagi ilmu. Kebetulan Mahasiswa PLP yang berjumlah 14 Mahasiswa ini hanya 2 saja yang laki-laki, hal ini bisa menjadi bukti bahwa mendidik merupakan dominan dari pada para Ibu. 

Disampaikan juga bahwa pada saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 yang mana kurikulum ini untuk mendampingi anak agar berkarakter atau yang lebih populernya PPK (Penanaman Pendidikan Karakter). Membiasakan melakukan perilaku yang baik. SMP Negeri 8 Surakarta yang berprestasi, berkarakter, berbudaya, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan taqwa.

SMP Negeri 8 Surakarta berhasil menjadi juara 3 Lomba Sekolah Sehat se Kota Surakarta. Terbukti bahwa sekolah ini memang benar-benar bersih dan sehat. Bukti lain adalah bahwa SMP Negeri 8 Surakarta meraih predikat juara Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan akan menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.  Sekolah yang termasuk rayon Timur Kota Surakarta ini memang menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Solo bagian timur.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. mengharapkan agar Mahasiswa PLP  bisa mengikuti kebiasaan yang ada di sekolah ini. Bahkan diharapkan untuk seragam agar menyesuaikan dalam arti menyesuaikan seragam mahasiswa PLP dan khusus untuk hari Jumat menyesuaikan. 

“Keberhasilan  penyelenggaraan  program PLP membutuhkan keharmonisan hubungan para pihak, yaitu FKIP UNS, Mahasiswa peserta PLP, Sekolah Mitra, Dosen Pembimbing dan Guru Pembimbing. Dengan kondisi tersebut diharapkan selalu terbentuk secara kondusif baik di kampus maupun di sekolah mitra sehingga keberhasilan penyelenggaraan program maupun pencapaian tujuan PLP, keduanya dapat berhasil,” harapnya. (rilis/ Sofyan)


Baca juga: Meraih Prestasi Di Masa Pandemi Bersama Unisri


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top