SD Muhammadiyah 1 Solo Gaungkan Bangga Menjadi Guru dalam Bulan Guru Nasional 2026

Print Friendly and PDF



SD Muhammadiyah 1 Solo Gaungkan Bangga Menjadi Guru dalam Bulan Guru Nasional 2026

SOLO – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Bulan Guru Nasional 2026 sebagai momentum untuk menggaungkan kampanye Bangga Menjadi Guru. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kebanggaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi praktik baik.

Kegiatan tersebut disampaikan Sri Sayekti, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, dalam agenda bertajuk Peran Satuan Pendidikan dalam Kampanye Bulan Guru Nasional di Ruang Siaran Radio Solo Belajar, Selasa (3/11/2026).

Menurut Sri Sayekti, Bulan Guru Nasional 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat penghormatan terhadap profesi guru, memperluas ruang berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Guru hebat, Indonesia kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui semangat Bulan Guru Nasional, diharapkan semakin banyak guru yang termotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini kita menggelar salah satunya talk show tentang peran strategis guru menuju Indonesia Emas 2045, serta nilai-nilai yang melandasi Bulan Guru Nasional. Kegiatan ini menghadirkan dalang muda Muhammadiyah yang memiliki seabrek prestasi, Ki Agung Sudarwanto,” bebernya.

Dalam talk show tersebut, Ki Agung Sudarwanto membagikan perjalanan dan pengalamannya sebagai dalang yang telah menekuni seni pedalangan sejak usia dini. Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk, Jawa Timur, 4 Agustus 1979, itu mengaku mulai mendalang sejak duduk di kelas V sekolah dasar pada 1990.

“Saat itu bertepatan dengan Hari Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) di Pendapa Kabupaten Nganjuk. Dalam pentas keliling Jawa Pos, saya sebatas mucuki Ki Manteb Soedharsono pada 2 Agustus 1990,” ujar Agung, panggilan akrabnya.

Ia menjelaskan, istilah mucuki dalam seni pedalangan merupakan pergelaran tambahan berupa fragmen yang dilaksanakan sebelum pertunjukan wayang kulit utama dimulai. Tradisi tersebut umumnya dilakukan oleh anak dalang atau cantrik, yakni murid seorang dalang.

“Mucuki pada umumnya dilakukan oleh anak dalang dan cantrik, yaitu murid dalang tersebut. Saat itu saya bukan anak seorang dalang, tetapi diberi kepercayaan untuk mucuki Ki Manteb Soedharsono pada waktu pementasan di Nganjuk,” ungkap alumnus Program Studi Pengkajian Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2009 tersebut.

Selain menceritakan perjalanan berkesenian, Agung juga mengangkat pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi dan bahasa asing, tetapi juga perlu memiliki kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.

Salah satu yang perlu terus dilestarikan adalah bahasa Jawa. Bahasa tersebut bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mengandung nilai unggah-ungguh, tata krama, serta penghormatan kepada sesama.

Melalui pembelajaran bahasa Jawa, anak-anak dapat mengenal penggunaan bahasa ngoko dan krama sesuai dengan konteks pergaulan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karakter, terutama dalam menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya.

“Bocah-bocah jaman saiki pancen kudu mumpuni lan nresnani basa Jawa. Aja nganti amarga kepengin diarani modern, banjur lali marang basa lan budaya dhewe,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap guru semakin bangga terhadap profesinya dan terus mengambil peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Perpaduan antara penguatan kompetensi, penanaman karakter, serta pelestarian budaya diharapkan menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Sofyan)


Baca juga: HUT ke-81 PGRI, Manyaran Gelar Lomba Olahraga, Seni Budaya hingga Jalan Sehat




Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top