Semangat Hari Batik Nasional, FEB UNISRI dan FEB Warmadewa Perkuat Potensi Batik Khas Girilayu

Print Friendly and PDF



Semangat Hari Batik Nasional, FEB UNISRI dan FEB Warmadewa Perkuat Potensi Batik Khas Girilayu

Karanganyar - majalahlarise.com - Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk tidak sekadar mengenakan batik, tetapi juga mengenali, menjaga, dan mengembangkan masyarakat yang berada di balik setiap lembar kain batik. Semangat tersebut diwujudkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional bersama FEB Universitas Warmadewa Bali di Sentra Batik Girilayu, Karanganyar, Jumat (2/10/2026).

Tanggal 2 Oktober memiliki arti penting bagi batik Indonesia. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan Indonesian Batik dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengakuan tersebut menunjukkan batik bukan sekadar produk ekonomi, tetapi bagian dari tradisi, pengetahuan, simbol, keterampilan, dan identitas yang terus hidup di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Sentra Batik Girilayu menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya berkembang berdampingan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan PkM diikuti 12 kelompok batik yang tergabung dalam Paguyuban Giriarum. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus menggali potensi khas Batik Girilayu.


Dari FEB Universitas Warmadewa Bali hadir Kepala Program Studi Akuntansi Krisna Murti, Wakil Dekan FEB Dewa Ayu, Rahayu, dan Yogiswara. Sementara FEB UNISRI diwakili Dekan FEB Dr. Marjam Desma Rahardhini, S.E., M.Si., penanggung jawab kegiatan Dr. Rispantyo, Kaprodi Akuntansi Fadjar Harimurti, S.E., M.Si., Kaprodi Manajemen Riska Fii Ahsani, S.E., M.Sc., Kaprodi Bisnis Digital Putri Oktovita Sari, S.E., MBA., perwakilan dosen Magister Manajemen Acha, serta perwakilan dosen Bisnis Digital Tya.

Menggali Identitas Batik Girilayu

Salah satu potensi Batik Girilayu terletak pada kuatnya hubungan antara produk batik dengan lingkungan serta identitas lokal. Para perajin tidak hanya memproduksi kain bermotif, tetapi juga mengembangkan motif yang merepresentasikan karakter kawasan Girilayu.

Kekhasan tersebut antara lain tercermin melalui unsur Mangku Astana Ngadeg, buah durian, dan manggis yang menjadi bagian dari identitas motif setempat. Para perajin juga memiliki kemampuan membuat batik berdasarkan tema tertentu sesuai kebutuhan dan permintaan konsumen.

Karakter warna turut menjadi bagian dari kekuatan Batik Girilayu. Warna klasik bernuansa membumi menjadi salah satu ciri yang diminati, termasuk untuk kebutuhan di lingkungan Keraton Surakarta.

Kondisi tersebut menunjukkan nilai batik tidak hanya terletak pada keindahan visual. Di dalamnya terdapat cerita, lingkungan budaya, pengetahuan, keterampilan, serta identitas masyarakat yang melahirkan karya tersebut.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi masyarakat Batik Girilayu. Kolaborasi perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan perspektif akademik sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat berbasis kekayaan budaya lokal," ujar perwakilan FEB UNISRI.

Sementara itu, kolaborasi dengan FEB Universitas Warmadewa Bali membuka ruang pertukaran pengalaman antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha batik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha agar produk batik lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing.

Galeri Buka Peluang Pasar

Pengembangan Batik Girilayu juga mendapatkan dukungan dengan hadirnya Galeri Batik Girilayu pada 16 September 2026 di kawasan sekitar Astana Giribangun. Keberadaan galeri di kawasan wisata tersebut membuka peluang untuk mempertemukan produk batik dengan wisatawan yang datang ke Girilayu.

Galeri dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk sekaligus cerita yang menyertai setiap motif. Wisatawan tidak hanya membeli kain, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal karakter budaya dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

"Potensi Batik Girilayu sangat menarik karena memiliki kekhasan motif, warna, dan cerita yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajin," ungkap perwakilan kegiatan.

Melalui PkM Kolaborasi Nasional tersebut, FEB UNISRI dan FEB Universitas Warmadewa Bali mengambil bagian dalam penguatan kapasitas masyarakat Batik Girilayu. Kolaborasi mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman langsung para pelaku usaha di lapangan.

Peringatan Hari Batik Nasional akhirnya menjadi pengingat penting. Menjaga batik tidak cukup hanya dengan mengenakannya. Upaya tersebut juga perlu diwujudkan melalui pengenalan motif, pelestarian keterampilan, pengembangan inovasi, perluasan pasar, serta penguatan ekonomi para perajin.

Batik Girilayu menunjukkan warisan budaya dapat terus berkembang ketika masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama. Dengan demikian, setiap lembar batik bukan hanya menyimpan keindahan, tetapi juga cerita, identitas, keterampilan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di baliknya. (Sofyan)


Baca juga: UNISRI Perkuat Jejaring Akademik di Lubuklinggau, Jalin Kerja Sama dengan UNPARI dan UNMURA


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top