Prodi PPKn UNISRI Gelar Seminar Nasional, Bahas Peran Pancasila dalam Menjaga Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Print Friendly and PDF


Prodi PPKn UNISRI Gelar Seminar Nasional, Bahas Peran Pancasila dalam Menjaga Pertahanan dan Keamanan Indonesia 

SOLO – majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk “Dari Ideologi ke Aksi: Peran Pancasila dalam Menjaga Pertahanan dan Keamanan Indonesia Masa Kini”. Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium UNISRI, Senin (6/10).

Seminar nasional tersebut diikuti sekitar 180 peserta yang terdiri atas mahasiswa PPKn UNISRI dan delegasi dari sejumlah perguruan tinggi di Solo Raya, di antaranya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UNWIDA, UNIVET, Universitas Duta Bangsa (UDB), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Ketua Pelaksana Seminar Nasional, Muhammad Dewa Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan dan keamanan bangsa.

“Seminar ini diikuti 180 peserta dari mahasiswa PPKn UNISRI dan delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya. Kami ingin membangun ruang diskusi akademik mengenai bagaimana Pancasila tidak hanya dipahami sebagai ideologi, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Kolonel Pnb Alfian Rokhmat K., M.Han., Letkol Inf. Reza Sahputra, S.E., dan Rektor UNISRI Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Ketiganya membahas berbagai perspektif mengenai implementasi Pancasila dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan secara militer, tetapi juga mencakup ketahanan ideologi, sosial, budaya, serta kemampuan generasi muda menghadapi berbagai pengaruh yang dapat mengancam persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan geopolitik global, nilai-nilai Pancasila dinilai perlu diterjemahkan dalam bentuk sikap dan tindakan nyata. Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, menangkal informasi yang dapat memecah belah masyarakat, serta membangun budaya kebangsaan di ruang digital.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, mahasiswa PPKn memiliki posisi penting sebagai generasi yang akan ikut mengawal keberlanjutan nilai-nilai Pancasila.

“Di era digital, mahasiswa harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam sikap dan tindakan. Persatuan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital,” jelasnya.

Dekan FKIP UNISRI, Dr. Handayani, mengatakan seminar tersebut menjadi ruang akademik penting untuk memperkuat jati diri mahasiswa PPKn sebagai calon pendidik. Menurutnya, calon guru PPKn memiliki tanggung jawab untuk memahami Pancasila secara utuh sekaligus mampu mengajarkannya melalui keteladanan.

“Mahasiswa tidak hanya perlu memahami Pancasila sebagai materi ajar, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan. Pertahanan dan keamanan bangsa dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat,” katanya.

Selain seminar, kegiatan tersebut dimeriahkan pameran hasil karya mahasiswa PPKn. Berbagai karya yang ditampilkan meliputi artikel ilmiah, poster kebangsaan, media pembelajaran PPKn, serta komik edukasi karya mahasiswa.

Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pemahaman akademik dengan kreativitas mahasiswa. Nilai-nilai Pancasila dikemas melalui berbagai media agar lebih mudah dipahami dan relevan dengan karakter generasi muda.

Melalui seminar nasional ini, Prodi PPKn UNISRI berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan institusi pertahanan negara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana menumbuhkan kesadaran bela negara, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air di kalangan mahasiswa.

Dengan demikian, Pancasila tidak berhenti sebagai konsep atau materi pembelajaran, tetapi dapat diwujudkan menjadi aksi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Sofyan)


Baca juga: Pembelajaran Mendalam, Langkah Kecil Menuju Baitullah



Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top