GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar
![]() |
| Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., secara simbolis melepas mahasiswa Program Asistensi Mengajar. |
FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar (PAM) 2026/2027. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Univet Bantara, Rabu (30/9/2026).
Pembekalan mengusung tema “Deep Learning in Action: Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah mitra untuk melaksanakan program asistensi mengajar.
Melalui pembekalan, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai kesiapan akademik, etika, kedisiplinan, komunikasi, serta tanggung jawab selama berada di lingkungan sekolah. Program asistensi mengajar juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi pendidikan secara langsung.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan menyampaikan PPL/PAM bukan sekadar kewajiban akademik maupun pemenuhan SKS. Program tersebut menjadi ujian karakter mahasiswa sekaligus menjadi gambaran FKIP ketika mahasiswa berada di sekolah mitra.
“PPL bukan sekadar formalitas atau kewajiban SKS. Ini menjadi ujian karakter, bagaimana wajah FKIP panjenengan wakili di sekolah-sekolah mitra. Karena itu, dahulukan adab sebelum ilmu,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan akademik yang dimiliki mahasiswa dari masing-masing program studi menjadi bekal penting. Namun, ketika berada di sekolah, mahasiswa juga harus mampu menunjukkan sikap, etika, dan perilaku yang mencerminkan calon pendidik.
Mahasiswa juga diminta membiasakan diri menerapkan etika sederhana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti menyapa guru, tenaga kebersihan, serta warga sekolah dengan ramah. Senyum dan sapaan dinilai menjadi bagian dari cara mahasiswa membangun komunikasi sekaligus memberikan kesan positif.
Selain etika, kedisiplinan juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta hadir tepat waktu dan dianjurkan datang sekitar 15–30 menit sebelum kegiatan dimulai. Kebiasaan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan kondisi fisik dan pikiran sebelum menjalankan tugas.
“Jangan sampai datang terlambat. Ketika kita hadir lebih awal, kita memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Penampilan juga harus dijaga agar rapi dan profesional, termasuk menggunakan sepatu pantofel,” jelasnya.
Pranichayudha juga mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan peran ketika berada di sekolah. Mahasiswa tidak lagi hadir sebagai peserta didik yang menerima pembelajaran, tetapi mulai tampil sebagai calon pendidik yang harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik.
Sebanyak 321 mahasiswa mengikuti pembekalan PAM 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 282 mahasiswa reguler akan diterjunkan ke sekolah mitra. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi positif bagi sekolah.
“Ketika berada di sekolah, panjenengan membawa nama FKIP. Karena itu, tunjukkan sikap yang baik, lakukan inovasi, bangun kolaborasi, dan berikan dampak yang positif. Jadilah pendidik yang mampu memberikan manfaat,” pesannya.
Kepala Balai Praktik Keguruan FKIP Univet Bantara, Dr. Rita Kumalasari, M.Pd., mengatakan Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan FKIP, pemateri, panitia, serta seluruh mahasiswa peserta PAM yang akan melaksanakan kegiatan di sekolah.
“Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 ini diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi persiapan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan tugas asistensi mengajar di lapangan,” ungkapnya.
Rita menjelaskan, dari jumlah mahasiswa tersebut, sebanyak 282 mahasiswa akan ditempatkan di 22 sekolah di wilayah Sukoharjo, terdiri atas 10 sekolah jenjang SMA/SMK dan 12 sekolah dasar. Mahasiswa diharapkan menjalankan program dengan baik sekaligus memanfaatkan pengalaman di sekolah untuk mendukung proses akademik, termasuk pengumpulan data yang diperlukan dalam penyelesaian tugas akhir.
Selama berada di sekolah, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater melalui sikap, tutur kata, dan perilaku. Mereka juga diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan guru pamong, Guru Pendamping Sekolah (GPS), maupun seluruh warga sekolah.
Selain membantu proses pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendapatkan tugas untuk memperkenalkan FKIP Univet Bantara kepada peserta didik di sekolah mitra. Pada kesempatan pertama masuk kelas, mahasiswa diminta menayangkan profil FKIP melalui video YouTube sekitar lima menit, kemudian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan informasi mengenai FKIP dan program studi yang tersedia.
Kegiatan pengenalan tersebut nantinya menjadi bagian dari aktivitas yang dilaporkan melalui Learning Management System (LMS). Sementara teknis pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut oleh pemateri dalam rangkaian pembekalan.
Melalui PAM 2026/2027, FKIP Univet Bantara berharap mahasiswa mampu memperoleh pengalaman pendidikan secara langsung sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sekolah mitra. Semangat berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif menjadi bagian dari proses mahasiswa mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional dan berkarakter. (Sofyan)
Baca juga: LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Bupati dan wakil bupati Boyolali Agus Irawan dan Dwi Fajar saat berdoa acara slup slupan. Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Agus Irawan dan D...


Tidak ada komentar: