SMP Muhammadiyah PKBS Solo Usung Konsep Smart School, Syar'i Soul, Siapkan Generasi Ulul Albab Berkualitas

Print Friendly and PDF

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Muhammadiyah PKBS Solo Sri Sayekti menjelaskan SMP Muhammadiyah PKBS Solo merupakan rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System, yang memadukan sistem boarding school dan full day school.


SMP Muhammadiyah PKBS Solo Usung Konsep Smart School, Syar'i Soul, Siapkan Generasi Ulul Albab Berkualitas

Solo - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Solo terus mengembangkan pendidikan Islam berkemajuan yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai hamba Allah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Muhammadiyah PKBS Solo, Sri Sayekti, Kamis (2/7/2026).

Sri Sayekti menjelaskan SMP Muhammadiyah PKBS Solo merupakan rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System, yang memadukan sistem boarding school dan full day school. Konsep tersebut mengintegrasikan Kurikulum Nasional, tradisi intelektual pesantren melalui kajian kitab turats, serta penguatan teknologi digital menuju Smart School.

“Semoga terwujud Generasi Ulul Albab yang Mandiri, Tangguh, Menguasai IPTEK, dan Fasih Berbahasa Internasional dengan Berpijak pada Nilai Tauhid serta Prinsip Kemuhammadiyahan,” ujar Sri Sayekti.

Ia menjelaskan, sekolah mengusung tagline "Smart School, Syar'i Soul" sebagai identitas yang mencerminkan keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kekuatan spiritual. Menurutnya, penggunaan rima pada slogan tersebut menjadikannya mudah diingat sekaligus menggambarkan arah pengembangan sekolah.

Salah satu anggota Penjaminan Mutu Pendidikan Muhammadiyah Pimpinan Pusat tersebut juga menjelaskan upaya mewujudkan sekolah yang berkualitas, inklusif, dan adaptif dilakukan dengan berpegang pada tujuh prinsip pengelolaan sekolah. Ia mengajak seluruh warga sekolah mengubah pola pikir menuju budaya kerja yang berorientasi pada kemajuan.

“Sering kali sekolah tidak dilirik calon siswa karena citra bangunan yang kurang menarik. Karena itu, diperlukan tujuh kunci sukses agar sekolah dapat berkemajuan,” jelasnya.

Tujuh prinsip tersebut meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen doa. Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus berjalan secara terpadu agar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Sri Sayekti menjelaskan, keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh kualitas pola pikir, karakter, serta kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, proses pengembangan sumber daya manusia harus menjadi prioritas dalam membangun sekolah yang unggul.

“Kesuksesan berawal dari recharging mindset, karakter, dan kualitas guru maupun karyawan. Banyak orang terbalik memahami kesuksesan. Padahal 95 persen itu mindset, hanya 5 persen strategi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sekolah berkemajuan dapat dimulai dari mimpi besar yang diwujudkan melalui keberhasilan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pengelolaan anggaran secara cermat, serta penyusunan program pendidikan yang disesuaikan dengan potensi dan kondisi sekolah. Dengan langkah tersebut, SMP Muhammadiyah PKBS Solo optimistis mampu menjadi sekolah unggulan yang melahirkan generasi Islami, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (Sofyan)


Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top