Sedekah Pohon hingga Lepas Burung Perkutut, 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan Puncak MPLS Ramah dan MPKB

Print Friendly and PDF

480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo melepas burung perkutut.

Sedekah Pohon hingga Lepas Burung Perkutut, 480 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan Puncak MPLS Ramah dan MPKB

Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) di Lapang Palereman, Taman Balekambang, Solo, Sabtu (18/7/2026). Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif digelar, mulai dari pelepasan burung perkutut, sedekah pohon, hingga permainan olahraga bersama.

Mengusung tema "Cozy School, Fun Class, Proud to Learn", kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB sekaligus meneguhkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan membanggakan bagi setiap murid.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin murid kelas VI, Mauro Maharajasa Ksatriatama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam. Dalam arahannya, Nursalam mengajak seluruh murid untuk membiasakan menjaga lisan, menghormati teman, serta membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

"Hari ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB. Namun, yang lebih penting, hari ini menjadi awal semangat baru bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi pada Tahun Ajaran 2026/2027," ujarnya.

Suasana semakin semarak saat perwakilan murid dari kelas I hingga VI melepaskan burung perkutut sebagai simbol kebebasan, harapan, dan semangat menyongsong perjalanan belajar yang baru. Prosesi tersebut semakin meriah dengan iringan permainan tradisional otok-otok serta gelembung sabun yang memenuhi area kegiatan, menciptakan suasana penuh keceriaan.

Selain menghadirkan kemeriahan, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter melalui sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Hebat yang disampaikan bersama Duta Sahabat Sekolah Dasar. Materi tersebut mengajak murid membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghormati sejak dini.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, seluruh murid mengikuti aksi Sedekah Pohon dengan menanam berbagai bibit pohon, antara lain mangga, kelengkeng, sawo, nangka, rambutan, dan alpukat di kawasan Taman Balekambang. Kegiatan ini menjadi simbol harapan agar setiap murid dapat tumbuh, berkembang, serta memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Keceriaan berlanjut melalui Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh murid bersama guru. Setelah senam, anak-anak bebas bermain menggunakan perlengkapan olahraga yang mereka bawa dari rumah. Lapangan taman pun berubah menjadi ruang bermain yang hidup dengan berbagai aktivitas, seperti sepak bola, bulu tangkis, sepatu roda, hingga lompat tali.

Koordinator Tim Kelas I, Esti Ambarwati, mengatakan konsep pembelajaran luar ruang dipilih agar proses transisi murid dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar berlangsung lebih menyenangkan dan ramah anak.

"Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak tidak hanya merasa nyaman memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya," jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi swafoto bersama orang tua di area photo booth yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut menjadi kenangan manis bagi murid dan keluarga pada awal perjalanan mereka di tahun ajaran baru.

Salah satu murid kelas I, Garuda Satya Hang Nagari, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat melepaskan burung perkutut.

"Awalnya terasa geli saat memegang burungnya, tetapi lama-lama saya berani. Semoga burung yang dilepas bisa hidup dengan baik di alam," ujarnya polos.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, menumbuhkan karakter positif, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. (Sofyan)


Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top