GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
PETAMU Hari Keempat, Santri PonpesMU Manafi'ul 'Ulum Dibekali Bahaya NAPZA dan Pencegahan Kenakalan Remaja
PETAMU Hari Keempat, Santri PonpesMU Manafi'ul 'Ulum Dibekali Bahaya NAPZA dan Pencegahan Kenakalan Remaja
Boyolali - majalahlarise.com – Memasuki hari keempat Pekan Ta'aruf Manafi'ul 'Ulum (PETAMU) 2026, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi'ul 'Ulum Sambi menghadirkan sosialisasi tentang bahaya NAPZA dan pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan berlangsung pada Kamis (16/7/2026) pukul 09.00–10.30 WIB dengan menghadirkan narasumber dari Polsek Sambi sebagai upaya membekali santri menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era modern.
Acara yang dipandu Ketua Panitia PETAMU, Ustadzah Emi, menghadirkan Aipda Eko Santoso dari Polsek Sambi. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai jenis NAPZA, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan dan masa depan, serta konsekuensi hukum yang mengancam para pelaku. Selain itu, para santri memperoleh materi mengenai kenakalan remaja, pergaulan bebas, tawuran, hingga pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Melalui penyampaian yang komunikatif disertai berbagai studi kasus, para santri diajak memahami pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan NAPZA dan perilaku menyimpang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga masa depan sekaligus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Mudir Ponpes Muhammadiyah Manafi'ul 'Ulum, Ust. Pujiono, menjelaskan pembentukan karakter santri tidak cukup hanya melalui pembelajaran agama, tetapi juga perlu didukung edukasi mengenai berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dengan Polsek Sambi menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan karakter santri.
"Kami berharap para santri memiliki benteng akidah, akhlak, dan pengetahuan sehingga mampu berkata tidak terhadap NAPZA serta menghindari segala bentuk kenakalan remaja. Santri harus menjadi teladan di tengah masyarakat, berprestasi, dan menjaga nama baik pesantren," ujar Ust. Pujiono.
Sosialisasi tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan PETAMU 2026 yang dirancang untuk membentuk santri baru berkarakter Islami, disiplin, berwawasan luas, serta siap menjalani kehidupan di lingkungan pesantren dengan penuh tanggung jawab. Melalui pembekalan ini, diharapkan para santri mampu menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Solo Jadi Lokasi Studi Lapangan Diklat Bahasa Jawa Gunungkidul
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: