GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pelatihan Kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara, Dosen Perkuat Penyusunan CPL dan CPMK untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar. |
Pelatihan Kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara, Dosen Perkuat Penyusunan CPL dan CPMK untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di SFA Solo Baru ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang juga dikenal sebagai penggiat literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA.
Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus menyesuaikan rancangan pembelajaran berbasis luaran agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kaprodi PBI FKIP Univet Bantara, Giyatmi, M.A., menjelaskan materi pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman dosen dalam penyusunan dan peninjauan dokumen akademik melalui penguatan pengetahuan terkait kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, pemahaman mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) menjadi fondasi penting dalam menyusun kurikulum yang sistematis dan terarah.
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat foto bersama dengan Kaprodi PBI Giyatmi, M.A., dan para dosen PBI. |
“Kami bermaksud mencari pemahaman dan pengetahuan. Mungkin beberapa bagian sudah kami siapkan, tetapi ada beberapa titik yang belum mampu kami pahami sehingga ingin belajar, misalnya terkait CPL dan CPMK,” ujar Giyatmi.
Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. “Mohon maaf kalau nanti kami banyak bertanya, karena kami ingin benar-benar paham,” tambahnya.
Ketua Panitia, Dr. Nunun Tri W., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan tuntutan dunia pendidikan tinggi mengharuskan perguruan tinggi terus melakukan pembenahan, termasuk dalam penerapan kurikulum. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara memandang perlu melakukan penyesuaian sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
“Melalui workshop ini kami berharap seluruh dosen PBI FKIP Univet Bantara memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi OBE sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan workshop ini juga diarahkan untuk menyusun dan merevisi RPS berbasis OBE serta merumuskan Program Learning Outcomes yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. memaparkan pentingnya penguatan kompetensi bahasa Inggris melalui pembiasaan dan pengalaman nyata agar lulusan memiliki daya saing global. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang besar untuk berkiprah di tingkat internasional, termasuk menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
“Kalau teman-teman yang punya bahasa Inggris yang kuat, yang mumpuni, sebenarnya punya ruang. Setiap tahun dibuka peluang mengajar BIPA di berbagai negara. Kenapa kita tidak mengambil ruang-ruang itu?” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Rohmadi menjelaskan konsep Outcome-Based Education sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil atau luaran pembelajaran. Ia mengingatkan setiap proses perkuliahan harus menghasilkan perubahan dan kompetensi nyata pada mahasiswa.
“Kalau lulus satu perkuliahan, kami dapat apa? Kalau tidak ada perubahan sama sekali dan tidak ada yang dihasilkan, mending berhenti kuliah saja,” ujarnya.
Prof. Rohmadi juga menyoroti pembelajaran bahasa Inggris yang masih terlalu teoritis dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ia mendorong agar mahasiswa lebih banyak dilibatkan dalam praktik nyata sehingga kemampuan berbahasa berkembang secara optimal.
“Ngajarin bahasa Inggris tetapi ngajarnya pakai bahasa Indonesia, itu yang harus diperbaiki. Mahasiswa harus dibiasakan praktik langsung sampai benar-benar bisa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong program studi melakukan inovasi kurikulum dengan membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusan. Selain menjadi guru, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dinilai memiliki peluang di bidang jurnalistik, penyiaran, penyuntingan, penerjemahan, hingga edupreneurship.
“Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya supaya setelah lulus tidak bekerja. Semua berharap anaknya punya pekerjaan dan masa depan yang baik,” katanya.
Pada sesi penutup, Rohmadi menjelaskan penyusunan kurikulum OBE harus diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat, dunia industri, pengguna lulusan, serta alumni. Profil lulusan kemudian diturunkan menjadi CPL, CPMK, hingga kegiatan pembelajaran yang konkret. Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata selama proses studi.
“OBE bukan sekadar konsep teoretik. Mahasiswa harus diberi pengalaman belajar yang langsung menghasilkan karya dan proyek nyata. Dari situlah kompetensi mereka terbentuk,” pungkasnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...


Tidak ada komentar: