PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

Print Friendly and PDF

Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM).


PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo, Senin malam (29/6/2026). Kegiatan bertema "Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah" ini menjadi forum penguatan peran mubaligh Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat.

Munadhoroh menghadirkan Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi, Lc., M.Ag. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan dai merupakan garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan ajaran Islam Berkemajuan (Islam Wasathiyyah), membina umat, sekaligus menjadi pelopor gerakan amar ma'ruf nahi munkar hingga tingkat akar rumput.

"Peran utamanya sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid'ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan zaman modern," ujar Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi.

Ia menjelaskan, mubaligh Muhammadiyah juga berperan sebagai ujung tombak dakwah komunitas dengan terjun langsung membaur bersama masyarakat. Kehadiran mubaligh diharapkan mampu memberikan pembinaan keagamaan tanpa mengisolasi diri dari lingkungan sosial yang majemuk, sekaligus menjadi pencerah dan pemberi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.

"Tidak hanya menyampaikan pesan ritual, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas problem sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi jamaah," jelasnya.

Selain itu, Furqon menguraikan tugas pokok dai dalam mengembangkan metode dakwah melalui ceramah lisan (bil kalam), tulisan atau publikasi (bil qalam), hingga aksi nyata pemberdayaan masyarakat (bil hal). Materi dakwah juga perlu disusun secara kontekstual, mencerahkan, serta berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, KMM juga memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pembinaan umat melalui kajian, seminar masalah keagamaan (masail diniyyah), serta menjadi tempat konsultasi umat terkait persoalan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mubaligh juga perlu dilakukan secara berkala agar kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan para mubaligh terus berkembang sehingga dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Pembinaan umat dan konsultasi agama menjadi bagian penting dakwah KMM. Secara berkala juga perlu disusun rencana operasional untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan anggota mubaligh agar dakwah tetap relevan," paparnya.

Pada kesempatan itu, Furqon kembali menjelaskan secara rinci peran strategis KMM dalam menggerakkan jamaah melalui aksi sosial, seperti bakti sosial, pendidikan, serta pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dakwah juga perlu dikemas secara menggembirakan dengan menghadirkan pesan-pesan agama yang mencerahkan, ramah, dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan sehari-hari.

"Membudayakan komunikasi interaktif melalui diskusi, pendekatan personal, dan pembinaan partisipatif akan membuat jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama," pungkasnya.(Sofyan)


Baca juga: Grup Riset Linguistik Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Berorganisasi dan Komunikasi Dakwah bagi Remaja Masjid Al Furqon Karanganyar


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top