GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
PBSD FKIP Univet Bantara Tinjau VMT dan Kembangkan Kurikulum OBE, Prof Muhammad Rohmadi Dorong Penguatan Digital Humaniora
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, dan Tujuan (VMT) serta Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE). |
PBSD FKIP Univet Bantara Tinjau VMT dan Kembangkan Kurikulum OBE, Prof Muhammad Rohmadi Dorong Penguatan Digital Humaniora
Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, dan Tujuan (VMT) serta Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Margangsa Hotel Surakarta, Senin (29/6/2026). Kegiatan bertema "Mewujudkan Kurikulum yang Relevan, Inovatif, dan Berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan" ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kegiatan dihadiri Dekan FKIP Univet Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd beserta jajaran pimpinan fakultas, Ketua Program Studi PBSD Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd, dosen PBSD, mahasiswa, alumni, mitra, pengguna lulusan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Acara dipandu oleh R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan tinggi terkini.
Kaprodi PBSD FKIP Univet Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd menjelaskan peninjauan dan pengembangan kurikulum dilakukan sebagai langkah evaluatif sekaligus antisipatif terhadap dinamika perkembangan zaman. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan harus selalu diperbarui agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di masa mendatang dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah ditetapkan.
"Kurikulum OBE ini untuk tiga sampai empat tahun ke depan harus mampu menunjukkan hal-hal yang sangat penting, terutama terkait perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan," ujarnya.
Tri Widiatmi menjelaskan pengembangan kurikulum tidak hanya diarahkan untuk memenuhi berbagai standar dan kriteria pendidikan tinggi, tetapi juga untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi sesuai profil lulusan yang telah dirumuskan program studi. Mata kuliah yang disusun diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
"Kami berharap lulusan nantinya benar-benar mencapai kompetensi yang telah ditetapkan sehingga dapat berpartisipasi dan berkontribusi secara optimal di masyarakat maupun dunia kerja," jelasnya.
Dalam sambutannya, Tri Widiatmi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penyusunan dan pengembangan kurikulum, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, alumni, mitra, hingga pengguna lulusan yang selama ini telah memberikan berbagai masukan konstruktif.
Sementara itu, Dekan FKIP Univet Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan prestasi Prodi PBSD yang selama ini telah meraih predikat unggul. Menurutnya, peninjauan VMT dan kurikulum menjadi bagian penting dalam persiapan akreditasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2027, dengan dokumen akreditasi direncanakan mulai diunggah pada akhir tahun 2026.
"Harapan kami, Prodi PBSD yang sudah unggul ini bisa tetap bertahan di unggul dan peninjauan VMT ini dapat berdampak pada kualitas prodi yang semakin baik," ujarnya.
Dr. Pranichayudha menilai tantangan yang dihadapi program studi keguruan saat ini semakin kompleks, terutama menurunnya minat generasi muda untuk memilih profesi guru sebagai pilihan karier. Karena itu, perguruan tinggi dituntut menghadirkan inovasi kurikulum yang mampu memberikan kompetensi tambahan sehingga lulusan memiliki peluang karier yang lebih luas.
"Lulusan Pendidikan Bahasa Jawa tidak harus selalu menjadi guru, tetapi harus memiliki keahlian lain sehingga memiliki peluang karier yang lebih luas," katanya.
Selain penguatan kompetensi, Dekan FKIP juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Jawa di lingkungan kampus. Menurutnya, kemampuan berbahasa Jawa, khususnya dalam menerapkan unggah-ungguh, memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa.
"Ketika siswa bisa berbahasa Jawa yang bagus dan terbiasa menggunakan unggah-ungguh, itu sudah menunjukkan karakternya baik. Harapan saya, semua mahasiswa FKIP bisa berbahasa Jawa dengan lancar," jelasnya.
Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum menjelaskan kurikulum perguruan tinggi harus selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan dunia kerja. Keberhasilan suatu program studi, menurutnya, dapat dilihat dari kiprah para alumninya di masyarakat.
Prof. Rohmadi menjelaskan meningkatnya angka pengangguran sarjana di Indonesia menjadi tantangan serius bagi perguruan tinggi. Oleh karena itu, program studi perlu mengembangkan kompetensi yang adaptif, inovatif, dan memiliki ciri pembeda dibanding perguruan tinggi lainnya.
"Kalau di bahasa Jawa kita punya inovasi, punya karya yang akhirnya bisa dilihat dunia, tentu akan dicari dan menjadi pembeda," ujarnya.
Menurut Prof. Rohmadi, Program Studi PBSD memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep digital humaniora sebagai identitas akademik sekaligus kekuatan program studi di era digital. Integrasi digital humaniora dalam kurikulum dinilai dapat memperkuat daya saing lulusan tanpa meninggalkan akar budaya Jawa.
"Guru dan dosen harus memiliki ciri pembeda. Kalau kita tidak mulai digital, kita akan ditinggal mahasiswa. Digital humanities dapat menjadi salah satu pembeda yang kuat bagi program studi," jelasnya.
Prof. Rohmadi juga mengingatkan pentingnya penyelarasan capaian pembelajaran lulusan mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. Menurutnya, seluruh program kerja yang disusun harus mengacu pada instrumen akreditasi terbaru agar setiap kegiatan memiliki luaran yang jelas.
"Kalau CPL prodi dan fakultas tercapai, berarti sudah mendukung CPL universitas. Karena itu, kebutuhan kekinian, termasuk digital humaniora, harus masuk dalam kurikulum dan mata kuliah yang dikembangkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Rohmadi menjelaskan setiap program studi wajib memiliki diferensiasi keilmuan yang jelas agar memiliki identitas akademik yang kuat di tengah persaingan perguruan tinggi. Ia juga mendorong penguatan branding program studi melalui promosi digital, jejaring sekolah, pengembangan komunitas, serta implementasi pembelajaran berbasis proyek.
"Output dari OBE itu proyek. Anak-anak harus menghasilkan sesuatu. Saya selalu membuat pameran di akhir perkuliahan agar karya mahasiswa bisa ditampilkan dan menjadi bagian dari promosi program studi," katanya.
Prof. Rohmadi menambahkan seluruh aktivitas akademik, mulai dari sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, harus terdokumentasi secara baik sebagai bukti pendukung akreditasi sekaligus sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...


Tidak ada komentar: