GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pasar Murah Amigo di Desa Bero Manyaran Wonogiri Diserbu Warga, Sediakan Sembako dan Pakaian Harga Terjangkau
![]() |
| Masyarakat desa Bero Manyaran antusias kunjungi bazar murah Amigo Sambang Desa. |
Pasar Murah Amigo di Desa Bero Manyaran Wonogiri Diserbu Warga, Sediakan Sembako dan Pakaian Harga Terjangkau
Wonogiri - majalahlarise.com - Kegiatan Amigo Sambang Desa melalui program Bazar Murah yang digelar di Balai Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/6/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok, busana, sepatu, serta perlengkapan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Berbagai produk yang ditawarkan dalam bazar murah tersebut antara lain kaos mulai Rp25.000, celana mulai Rp35.000, daster mulai Rp30.000, tas wanita mulai Rp55.000, serta setelan anak mulai Rp35.000. Selain itu tersedia pula kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, mie instan, sabun cuci piring, dan sabun mandi yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kepala Desa Bero, Roh Edy Wibowo, mengapresiasi penyelenggaraan pasar murah yang dinilai mampu membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung karena masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan dalam satu lokasi dengan harga yang lebih terjangkau.
"pasar murah ini bisa membantu masyarakat di sekitar lingkungan Desa Bero untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Di sini ada sembako, kemudian juga ada pakaian, jadi mereka bisa membeli kebutuhan dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Edy menjelaskan, kerja sama antara Pemerintah Desa Bero dan Amigo diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pasar murah saja. Berbagai program desa ke depan dapat dikolaborasikan dengan pihak manajemen Amigo guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mereka siap mendukung kegiatan-kegiatan desa, baik melalui bazar maupun bentuk dukungan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edy berharap semakin banyak pelaku usaha dari berbagai sektor yang bersedia bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menilai sinergi antara desa dan dunia usaha dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan pelayanan serta kenyamanan warga.
“Harapan kami ada usaha-usaha lain dari berbagai bidang yang bisa berkolaborasi dengan desa. Kalau itu demi kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat, kami siap bekerja sama,” katanya.
Sementara itu, Manajer Amigo Pedan, Hartono, menjelaskan kegiatan pasar murah merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bertujuan membantu masyarakat menghadapi kondisi ekonomi yang masih menantang. Melalui program tersebut, Amigo menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan pakaian dengan harga lebih murah agar dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Tujuan kami berkolaborasi dengan pemerintah desa adalah ikut mendukung visi dan misi pemerintah desa agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain sembako murah, Amigo juga menghadirkan berbagai kebutuhan menjelang tahun ajaran baru seperti pakaian dan sepatu sekolah dengan harga terjangkau. Hartono menyebutkan produk-produk tersebut dipilih untuk membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak usia sekolah.
“Kami membawa koleksi tahun ajaran baru dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau untuk masyarakat,” katanya.
Menurut Hartono, program pasar murah Amigo di Wonogiri telah dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Pracimantoro, Wonogiri Kota, dan Manyaran. Kegiatan ini telah berjalan sekitar satu tahun sejak pertama kali diluncurkan di Kabupaten Klaten pada Juli tahun lalu.
“Dengan kondisi ekonomi seperti saat ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Amigo bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: