Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani di FISH Univet Sukoharjo, Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani sebagai narasumber Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani: The Untold Story dengan tema Tren Kepemimpinan Anak Muda yang Profesional, 


Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani di FISH Univet Sukoharjo, Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional

Sukoharjo - majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani: The Untold Story dengan tema Tren Kepemimpinan Anak Muda yang Profesional, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D Ruang 1 dan 2 tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, sebagai narasumber utama dan diikuti mahasiswa, civitas akademika FISH Univet Bantara, siswa dari SMA Veteran 1 Sukoharjo dan siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo.

Dekan FISH Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Joko Suryono, M.Si menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai proses menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan terbentuk melalui perjalanan panjang yang sarat pengalaman, pembelajaran, dan interaksi sosial. 

“Untuk menjadi pemimpin itu melalui proses, bukan tiba-tiba menjadi pemimpin. Perlu perjuangan panjang, berkolaborasi, bernegosiasi, melobi, untuk menjadi pemimpin yang demokratis,” ujarnya.

Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani bersama The Adhika Project Band membawakan lagu “Jatuh Cinta di Solo” dan “Kangen” 


Dr. Joko menjelaskan seorang pemimpin tidak dapat lahir secara instan, tetapi harus ditempa melalui berbagai tahapan dan pengalaman dari bawah. Selain memiliki kemampuan memimpin, seorang pemimpin juga harus mempunyai nilai, karakter, visi, dan misi yang kuat serta mampu melayani masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan publik.

“Menjadi pemimpin harus dimulai dari bawah, tidak bisa langsung berada di posisi yang tinggi. Pemimpin juga harus punya value, karakter, visi, dan misi,” jelasnya.

Dalam sesi bedah buku, Dr. Joko menilai kisah perjalanan hidup Astrid Widayani memberikan banyak pelajaran berharga bagi generasi muda. Ia menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam perjalanan seorang pemimpin. Menurutnya, keberhasilan seorang tokoh publik tidak terlepas dari peran anak, pasangan, orang tua, dan keluarga besar yang selalu memberikan semangat. 

Pembagian doorprize berupa buku Astrid Widayani: The Untold Story kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. 


“Restu, dukungan, dan keikhlasan mereka sangat penting. Seorang pemimpin publik harus melayani masyarakat, sehingga keluarga perlu mendukung dan memberikan semangat agar pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Astrid Widayani mengajak generasi muda untuk tetap menjadi diri sendiri dan tidak kehilangan jati diri dalam proses meraih kesuksesan. Menurutnya, keaslian karakter merupakan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berdampak dan mampu menginspirasi lingkungan sekitar. 

“Berkaitan dengan kepemimpinan, menjadi diri sendiri itu yang menjadi garis bawah dari diskusi kita hari ini,” ujarnya.

Astrid juga mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan memperkaya pengalaman melalui berbagai aktivitas yang positif. Ia menjelaskan kesuksesan merupakan hasil dari proses panjang yang membentuk karakter dan kualitas seseorang. 

“Saya kira tidak perlu ragu lagi untuk mengasah kemampuan dan mencari pengalaman,” katanya. 

Astrid menambahkan, “Dari semua proses inilah yang akan membentuk kita pada akhirnya menjadi orang sukses.”

Lebih lanjut, Astrid mengingatkan setiap individu memiliki keunikan yang merupakan anugerah Tuhan dan harus terus dikembangkan. Keunikan tersebut menjadi nilai pembeda yang menjadikan seseorang tampil otentik di tengah persaingan. 

“Keunikan kita adalah anugerah Tuhan yang harus terus diasah. Pemimpin masa kini harus menjadi pemimpin yang berdampak dan berinspirasi,” pungkasnya.

Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani saat foto bersama Dekan FISH beserta para Dosen dan peserta kuliah umum.

Sementara itu, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara, Adhika Prasetya K, MM yang tampil sebagai keynote speaker, membagikan kisah kedekatannya dengan Astrid Widayani. Ia mengungkapkan keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang hampir serupa, mulai dari SMP Negeri 4 Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, hingga Program MBA UGM. Pertemuan mereka bermula saat masa kampanye Pilkada Solo dan berkembang menjadi hubungan pertemanan yang diwarnai diskusi tentang musik, politik, olahraga, dan sejarah.

Dari pertemuan tersebut lahir kolaborasi musik melalui aransemen ulang salah satu lagu karya Adhika yang kemudian direkam bersama Astrid. Proses rekaman terlaksana beberapa bulan setelah Astrid menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta. 

“Intinya beliau ada ketertarikan dengan lagu saya dan satu saat ingin merekamnya kembali dalam bentuk lain. Alhamdulillah lancar, malah waktu itu Bu Astrid karena sedang puasa suaranya jadi lebih merdu,” ujar Adhika. 

Ia juga mengapresiasi berbagai pencapaian Astrid sebagai pengusaha, rektor, politisi, musisi, influencer, sekaligus ibu rumah tangga. “Saya merasa buku Mbak Astrid harus dipublikasikan agar menginspirasi teman-teman muda untuk berani bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut,” tambahnya.

Menambah kemeriahan acara, Astrid Widayani bersama The Adhika Project Band membawakan lagu “Jatuh Cinta di Solo” dan “Kangen” yang mendapat sambutan hangat dari peserta. Kegiatan juga diisi dengan pembagian doorprize berupa buku Astrid Widayani: The Untold Story kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Identitas Visual Launching Program Hilirisasi Riset di Solo Technopark Lewat Skim Magang Berdampak


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top