Dosen UNISRI Dampingi Guru SD Se-Kecamatan Banjarsari Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Jawa Melalui Kurikulum Muatan Lokal

Print Friendly and PDF

Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., menjelaskan terdapat empat persoalan utama yang masih dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis budaya daerah.


Dosen UNISRI Dampingi Guru SD Se-Kecamatan Banjarsari Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Jawa Melalui Kurikulum Muatan Lokal

Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertopik “Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Budaya Daerah pada Siswa Sekolah Dasar di Surakarta” yang diikuti komunitas guru SD dari lima gugus se-Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kegiatan yang berlangsung di D'Gondangrejo pada Kamis (4/6/2026) ini menjadi upaya konkret mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis budaya Jawa di lingkungan sekolah dasar.

Program PKM tersebut digagas untuk menjawab tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang luas bagi pengembangan muatan lokal. Di Kecamatan Banjarsari, penguatan karakter siswa melalui kearifan budaya Jawa dinilai penting mengingat Kota Surakarta merupakan salah satu pusat budaya Jawa yang terus berupaya menjaga nilai-nilai lokal di tengah perkembangan global yang semakin dinamis.

Tim PKM UNISRI dipimpin Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., dengan anggota Ama Farida Sari, S.Pd., M.Pd., Isra Nur Hanifah, S.Pd., M.Pd., serta mahasiswa Program Studi PPKn, Riyana. Dalam kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan media pembelajaran “Artefak Pitutur Budaya Jawa” kepada PGRI Cabang Kecamatan Banjarsari yang diterima langsung Ketua PGRI Banjarsari, Kartono, S.Pd., M.Pd.



Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., menjelaskan terdapat empat persoalan utama yang masih dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis budaya daerah. Persoalan tersebut meliputi belum terimplementasinya kurikulum muatan lokal secara terprogram, rendahnya pemahaman guru mengenai muatan lokal budaya daerah, belum optimalnya kegiatan ekstrakurikuler pendukung, serta minimnya tenaga pelatih maupun praktisi budaya yang dapat membantu sekolah.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Tim PKM UNISRI menawarkan tiga solusi utama, yakni pendampingan penerapan Kurikulum Muatan Lokal berbasis budaya daerah, penyusunan prosedur pengembangan kurikulum yang praktis digunakan guru, serta pembimbingan penyusunan draft buku panduan kurikulum muatan lokal yang memperhatikan aspek edukatif, rekreatif, dan kompetitif.

“Harapannya guru-guru SD di Banjarsari memiliki acuan yang jelas sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh dapat masuk dalam pembelajaran harian. Artefak Pitutur Budaya Jawa yang kami berikan bisa menjadi media pembelajaran konkret di kelas,” jelas Prof. Dr. Siti Supeni.

Ketua PGRI Cabang Banjarsari, Kartono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program pendampingan yang dilakukan UNISRI. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis budaya lokal sangat relevan diterapkan di sekolah-sekolah wilayah Banjarsari yang memiliki keberagaman latar belakang peserta didik. “Kami berterima kasih kepada UNISRI. Pendampingan ini membantu guru menerjemahkan budaya Jawa ke dalam RPP dan aktivitas siswa,” ujarnya.

Kegiatan PKM diisi dengan workshop penyusunan modul ajar, praktik penggunaan media Artefak Pitutur Budaya Jawa, serta penyamaan persepsi mengenai indikator capaian pendidikan karakter berbasis budaya. Para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing sebagai bagian dari implementasi hasil pendampingan.

Melalui kegiatan ini, UNISRI menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung program Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berakar kuat pada budaya daerah dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. (Sofyan)


Baca juga: Pentingnya Memelihara dan Meningkatkan Kompetensi Dosen Secara Bertahap dan Berkelanjutan di Seluruh Wilayah NKRI


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top