PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon

Print Friendly and PDF

Penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso saat menyampaikan materi pengajian.


PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon

SUKOHARJO – majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Nguter menggelar pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 di Gedung Sabdo Palon, Gatak Rejo, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kajian 14 AN” tersebut menghadirkan penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso dan diikuti sekitar seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter. Selain pengajian, acara juga diramaikan lapak UMKM, Jimpitan Sembako, Lazismu Nguter, serta lapak sandangmu yang dipadati pengunjung.

Ketua PCA Nguter, Hj. Umi Samsiti, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap pengajian rutin tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan panitia menyiapkan konsumsi hingga 1.200 porsi untuk mengantisipasi membludaknya jamaah. “Pesertanya paling minim 900 orang. Biasanya kami menyediakan konsumsi itu 1.000 sampai 1.200 porsi. Yang jelas kegiatan ini sekitar seribu peserta,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan pengajian bukan hanya menjadi sarana dakwah dan silaturahmi, tetapi juga menggerakkan perekonomian anggota melalui majelis ekonomi. Berbagai produk UMKM milik anggota seperti telur asin, makanan ringan, hingga aneka dagangan rumahan dipasarkan langsung dalam kegiatan tersebut. 

“Semua produk dari anggota kami sendiri. Alhamdulillah ibu-ibu senang dan pasti habis. Bakul cilok, bakul panganan kecil semuanya ludes, saya senang sekali,” katanya.

Seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter.


Suasana pengajian semakin semarak karena jamaah dari tiap ranting datang dengan cara unik dan penuh kekompakan. Ada yang menggunakan sepur kelinci, kendaraan terbuka, hingga bus rombongan. “Tiap ranting itu ada yang naik sepur kelinci, ada yang naik mobil terbuka, bahkan ada yang nyarter bus. Tapi rata-rata naik sepur kelinci dan biasanya kita jadikan juara,” ujarnya sambil tersenyum.

Wanita yang akrab disapa Ibu Samsiti itu menguraikan pengajian rutin PCA Nguter telah berlangsung sejak lama. Sebelum tahun 2011, kegiatan masih berpindah-pindah tempat, termasuk di lingkungan sekolah SMK. Namun sejak 2011 dipusatkan di Gedung Sabdo Palon sehingga pelaksanaan lebih tertata dan jumlah peserta terus meningkat. “Dulu sebelum 2011 itu pindah-pindah tempat. Mulai 2011 dipusatkan di gedung ini sampai sekarang,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan pengajian mampu menjadi sarana pembinaan keluarga dan pendidikan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi saleh dan taat kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat tanpa membedakan golongan maupun latar belakang politik. 

“Harapan saya tentu saja ibu-ibu ini bisa mencetak generasi yang saleh, taat kepada Allah. Itu menjadi harapan kita semuanya. Saya selalu menyampaikan kepada warga, tidak usah gontok-gontokan soal golongan. Bagaimanapun mereka saudara kita. Yang penting soleh, Islam, dan baik. Di sini tidak ada urusan partai,” pungkasnya.

Sementara itu, KH. Wiwaha Aji Santoso menyampaikan Islam mengajarkan kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan umat agar tidak hanya menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi juga memahami makna sosial dari ajaran agama. “Islam memang selalu mengajak untuk damai, rukun, mensejahterakan, dan peduli kepada sesama,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, narasumber juga mengulas sejarah perjalanan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Ia mengajak jamaah menjadikan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sebagai sarana mencari rezeki sekaligus bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Pada akhir tausiyah, ia mengingatkan tujuan hidup manusia adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai-Nya. 

“Tujuan hidup kita adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai,” katanya. Ia menambahkan, ketenangan hidup diperoleh melalui keimanan, pendidikan, dan kedekatan kepada Allah SWT. (Sofyan)


Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top