Kuliah Lapangan Filologi, Mahasiswa Pelajari Konservasi dan Preservasi Arsip di Monumen Pers Nasional

Print Friendly and PDF

Koleksi Mesin Ketik di Monumen Pers Nasional. (Dokumentasi oleh Tiara Putri Maharani)


Kuliah Lapangan Filologi, Mahasiswa Pelajari Konservasi dan Preservasi Arsip di Monumen Pers Nasional

Surakarta – majalahlarise.com - Teori tanpa praktik ibarat peta tanpa perjalanan. Mahasiswa Filologi dari Program Studi Sastra Indonesia angkatan tahun 2023, Universitas Sebelas Maret, melakukan kuliah lapangan di Monumen Pers Nasional (Monpres) pada Rabu (20/5/2026).

Meskipun objek studi Filologi berupa naskah kuno, momentum ini menjadi kesempatan mahasiswa untuk melihat langsung proses konservasi dan preservasi arsip koran lama hingga majalah lama yang dilakukan Monumen Pers Nasional. Ruangan untuk melakukan proses tersebut berada di lantai 3 Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajahmada No.59, Surakarta, Jawa Tengah.

“Secara teknis, perlakuan konservasi koran dan majalah di sini sama dengan konservasi naskah kuno.” Ujar Asep Yudha Wirajaya, dosen Filologi yang turut mendampingi para mahasiswa. 

Proses Konservasi Arsip

Konservasi arsip yang dilakukan Monumen Pers Nasional di antaranya: mending, enkapsulasi, dan pembekuan.

Pembekuan dilakukan untuk mematikan serangga yang dapat merusak bahan kertas. Sebelum dibekukan, koran lama dimasukkan ke dalam plastik dan dilakukan proses vakum untuk membuang udara pada plastik tersebut. Proses pembekuan berlangsung selama 2 minggu di freezer bersuhu -18°C.

Selain itu mahasiswa diperlihatkan langsung proses mending, yakni cara memperbaiki bentuk fisik arsip yang rapuh, robek, atau berlubang. Dalam proses ini memerlukan bahan utama berupa tisu jepang dan lem CMC yang dilarutkan dengan air akuades. Setelah proses mending, koran lama dikeringkan dengan cara dianginkan di ruangan tertutup.

Selanjutnya dilakukan proses enkapsulasi, yakni melapisi kedua sisi koran dengan plastik mylar, sejenis plastik transparan yang bebas dari zat asam. Plastik mylar direkatkan dengan double sided tape khusus yang juga bebas dari zat asam. Perlu ketelitian dan presisi yang tinggi pada proses ini agar hasilnya rapi dan tidak kusut.

Preservasi Arsip

Upaya untuk melindungi arsip-arsip pers lama terus dilakukan oleh Monumen Pers Nasional, salah satunya dengan proses digitalisasi. Terdapat 4 meja yang dilengkapi dengan kamera, komputer, alas, pengukur, dan color checker dalam ruang digitalisasi untuk memotret arsip-arsip.

“Dalam sehari, kami di sini memiliki target untuk mendigitalisasikan sebanyak 500 halaman koran. Prioritasnya koleksi koran yang dari segi fisik sudah rapuh.” Ucap Surya, petugas pemandu dari Monpres yang menemani para mahasiswa.

Koran-koran lama yang telah dialihmediakan dapat diakses oleh pengunjung di komputer ruang koleksi dan laman resmi Monpres di https://mpn.komdigi.go.id/ secara gratis.

Selain mempelajari perihal preservasi dan konservasi arsip, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menonton sejarah pers dan pendirian Monpres di Ruang Audio Visual, melihat koleksi-koleksi, dan mengunjungi perpustakaan yang terletak di lantai 2.

Kegiatan kuliah lapangan ke Monumen Pers Nasional ini menjadi media belajar yang bermakna karena memadukan teori dan pangalaman lapangan. Para mahasiswa tidak hanya memaham teknik konservasi dan preservasi arsip secara konseptual yang didapatkannya di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana ilmu tersebut diterapkan untuk melestarikan arsip-arsip lama. 


Penulis: Lutfia Hardiantari

Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso dan Tiara Putri Maharani


Baca juga: Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI Terakreditasi Unggul Jadi Rujukan Benchmarking STIA AAN Yogyakarta




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top