Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wakil Wali Kota Surakarta Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangsa

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat memberi keterangan usai upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026.


Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wakil Wali Kota Surakarta Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangsa

Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menjelaskan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan usai mengikuti upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di Tugu Lilin Penumping, Laweyan, Surakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam keterangannya, Astrid menyampaikan Kota Solo memiliki sejarah panjang dalam perjuangan nasional Indonesia. Berbagai organisasi besar seperti Serikat Islam, Serikat Dagang Islam, lahirnya PWI, PON pertama, hingga PSSI memiliki keterkaitan sejarah yang erat dengan Kota Bengawan.

“Solo sangat terkenal dengan banyak sekali awal-awal pergerakan yang sifatnya untuk bangsa dan nasional. Semua sejarahnya ada di sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan simbol api yang terus menyala di Tugu Lilin menjadi gambaran semangat perjuangan masyarakat Solo yang tidak pernah padam. Semangat tersebut, menurutnya, harus terus dijaga sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semua pergerakan ini harus dibarengi dengan suatu tekad bulat untuk kecintaan terhadap negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Selain membahas sejarah perjuangan nasional, Wakil Wali Kota juga menyinggung kondisi ekonomi nasional, termasuk melemahnya nilai rupiah dan berbagai tantangan lain yang tengah dihadapi Indonesia. Menurutnya, situasi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Astrid menuturkan masyarakat Solo memiliki filosofi budaya yang mengajarkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kota maupun bangsa. Filosofi tersebut dikenal dengan ungkapan “Melu Hangarbeni, Melu Hangrungkebi, Mulat Sarira Hangrasa Wani.”

“Filosofi budaya kami ingin mengajak semua pihak dan elemen masyarakat untuk terus merangkul bersama-sama, ikut memiliki Kota Solo, ikut bersatu padu, berkontribusi untuk Solo dan bangsa Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai kondisi global maupun nasional yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Meski demikian, dirinya optimistis bangsa Indonesia mampu menghadapi setiap tantangan apabila seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Apapun krisisnya dan tantangannya harus tetap dihadapi bersama-sama,” pungkasnya. (Is/ Sofyan)


Baca juga: Dies Natalis ke-46 UNISRI, Ziarah ke TMP Jurug dan Makam Tokoh UNISRI Jadi Wujud Penghormatan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top