GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor
![]() |
| Narasumber M. Cholidi Asadil Alam, S.I.Kom., M.I.Kom., M.E. (Aktor Utama Ketika Cinta Bertasbih) tema Inspirasi Semangat Halal dalam Penyiapan Produk Go Global. |
Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor
Sukoharjo – majalahlarise.com - Seminar bertajuk Prospek UMKM Sukoharjo Go Global diselenggarakan di Convention Hall Hotel Brother, Bundaran Pandawa Solo Baru, Sabtu (25/4/2026), menjadi momentum strategis dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia bersama Bank Jateng Syariah dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Singgih Purnomo, M.M. tema Mengapa harus berbisnis? Dr. R. Djayendra Dewa, S.E., M.M tema Saatnya ICMI bersama UMKM Go Global. Dr. Slamet Sulistiono, S.E., M.M. tema Dukungan Bank Syariah Memperkuat UMKM. M. Cholidi Asadil Alam, S.I.Kom., M.I.Kom., M.E. (Aktor Utama Ketika Cinta Bertasbih) tema Inspirasi Semangat Halal dalam Penyiapan Produk Go Global.
Seminar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga ajang silaturahmi dan penguatan jejaring antar pelaku usaha, organisasi, serta lembaga keuangan dalam menghadapi persaingan global yang semakin dinamis.
Ketua panitia Chaniago menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar global yang semakin kompetitif. Ia menguraikan, transformasi usaha menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan branding, hingga strategi ekspansi pasar internasional.
![]() |
| Para peserta menerima doorprize. |
“Kami meyakini kolaborasi antara organisasi pengusaha, dunia usaha, dan lembaga keuangan syariah akan menjadi kekuatan strategis dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global,” ujarnya.
Ia juga mengakui adanya keterbatasan dalam persiapan kegiatan, namun tetap berharap seminar ini mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi awal kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Dalam sambutan yang dibacakan perwakilan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, disampaikan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga menjadi penopang stabilitas ekonomi masyarakat. Narasumber menguraikan tantangan ke depan yang semakin kompleks, seiring terbukanya akses pasar global yang menuntut standar kualitas tinggi.
“UMKM harus mampu beradaptasi, meningkatkan daya saing, serta melakukan ekspansi pasar hingga tingkat internasional melalui pemenuhan standar, penguatan manajemen, dan optimalisasi teknologi informasi,” disampaikan dalam sambutan tersebut. Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi perizinan, akses pembiayaan, hingga promosi di tingkat nasional dan internasional.
![]() |
| Para narasumber saat foto bersama panitia penyelenggara. |
Paparan Prof. Dr. Singgih Purnomo menjelaskan pentingnya semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dilandasi nilai spiritual dan keteladanan. Ia menguraikan perjalanan Nabi Muhammad sebagai pedagang sukses sejak usia muda hingga mampu menjangkau pasar mancanegara menjadi inspirasi utama dalam membangun bisnis. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya memulai usaha di usia 32 tahun yang berkembang dari skala kecil hingga memiliki berbagai unit usaha dan lembaga pendidikan.
“Pada saat kita memulai usaha, awalnya terasa sulit, tetapi setelah dijalankan banyak peluang yang datang dengan sendirinya,” ujarnya. Ia menambahkan, keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh kejujuran dan integritas, sebagaimana dicontohkan oleh Abdul Rahman bin Auf. “Kalau kita berbisnis dengan jujur dan tidak menipu, justru itulah yang membuat usaha kita bisa bertahan dan membawa keberkahan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. R. Djayendra Dewa menguraikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat UMKM naik kelas. Ia menyampaikan telah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan pemerintah pusat, guna memastikan program penguatan UMKM dapat berjalan secara konkret dan terukur.
“Apa yang kita sampaikan pada pagi hari ini bukan main-main, tetapi insya Allah menjadi berita gembira bagi kita semua, bagi pelaku UMKM untuk go global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga kunci utama keberhasilan UMKM, yaitu memahami cara, berani mencoba, dan konsisten hingga berhasil. Ia juga menguraikan rencana ke depan berupa pemetaan dan klasterisasi UMKM, kurasi produk untuk ekspor, hingga pengiriman pelaku usaha ke luar negeri pada bulan September sebagai langkah nyata go international.
“Yang pertama harus tahu caranya, yang kedua harus mau mencoba, dan yang ketiga terus mencoba sampai berhasil,” jelasnya.
Paparan Dr. Slamet Sulistiono menyoroti kondisi ekonomi yang sedang melambat sehingga menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dan strategis. Ia menguraikan indikator perbankan seperti meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit sebagai sinyal bahwa dunia usaha menghadapi tantangan serius. Dalam kondisi tersebut, ia mendorong UMKM untuk tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi mulai melirik pasar global yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti kawasan Afrika.
“Kalau Indonesia sedang kurang bergairah, maka coba kita tengok wilayah lain. Jangan hanya melihat pasar lokal, tapi lihat dunia yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya mentalitas entrepreneur yang kuat, disiplin, serta berbasis nilai spiritual. “UMKM itu tulang punggung ekonomi, tapi harus kreatif, kolaboratif, dan jangan terjebak pinjol. Kalau niat usaha untuk menyalurkan rezeki, maka akan terbuka peluang yang lebih besar,” jelasnya.
Inspirasi kuat juga disampaikan oleh M. Cholidi Asadil Alam yang mengangkat kisah tokoh Azam dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Ia menguraikan karakter Azam sebagai simbol perjuangan, tanggung jawab, dan pengorbanan demi keluarga.
“Azam itu sengaja tidak diluluskan setiap semester agar tetap bisa bertahan dan membantu keluarganya. Ini bentuk pengorbanan dan tanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga membagikan perjalanan kariernya sebagai aktor yang memilih jalan dakwah dengan prinsip kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam. “Saya ini aktor yang berdakwah. Tidak semua film saya ambil, karena saya punya prinsip menjaga nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Selain itu, ia menguraikan kiprahnya sebagai akademisi dan pelaku usaha kuliner yang menunjukkan pentingnya manajemen waktu, pendidikan, serta konsistensi dalam berwirausaha. “Menjadi entrepreneur itu memberikan dua hal, merdeka secara waktu dan merdeka secara finansial,” ungkapnya.
Melalui seminar ini, peserta mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan wawasan bisnis, strategi pemasaran terkini, ide usaha kreatif, hingga peluang memperluas jaringan relasi. Selain itu, peserta juga memperoleh insight praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha, termasuk tips meningkatkan penjualan dan keuntungan di tengah persaingan global.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi dan kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM Sukoharjo menjadi lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...



Tidak ada komentar: